Penyerang Timnas Iran Mehdi Taremi menyoroti ketatnya proses pemeriksaan keamanan di Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.

Ketegangan geopolitik antara Iran dan AS memicu interogasi berjam-jam terhadap sejumlah pemain Iran setibanya di bandara.

>>> Presiden FIFA Gianni Infantino Bela Harga Tiket Piala Dunia 2026 yang Dikritik Mahal

Skuat Iran tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh pertandingan mereka dijadwalkan berlangsung di Seattle dan Los Angeles.

Akibat situasi politik yang memanas, tim asuhan Carlos Queiroz dilarang menetap di AS dan terpaksa bermarkas di Meksiko selama turnamen.

Situasi ini sangat disayangkan oleh Taremi. Mantan pemain Inter Milan itu merasakan atmosfer yang mencekam dan berbeda dari dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

"Saya sudah main di dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Ketika turun dari pesawat, saya merasakan atmosfer yang berbeda dan penuh penyambutan.

Saya bisa melihat keunikan tuan rumah," jelas Taremi.

>>> Chery Group Catat Rekor Ekspor Global, Perkuat Investasi di Indonesia

Pemain yang pernah berlaga di Piala Dunia 2018 dan 2022 ini menambahkan bahwa proses administrasi masuk ke AS juga dipenuhi hambatan bagi delegasi Iran.

"Namun kini, rasanya beda. Ada banyak ketegangan saat ini terutama soal penolakan visa," keluh Taremi.

Ia berharap kendala psikologis dan hambatan non-teknis ini tidak memengaruhi performa rekan-rekannya di lapangan.

"Semoga ini hanya perasaan saya saja," tutup Taremi.

>>> Janice Tjen/Aldila Sutjiadi Tersingkir di Babak Awal Libema Open 2026

Timnas Iran kini fokus melakukan persiapan akhir dari markas mereka di Meksiko sebelum terbang ke AS hanya pada hari pertandingan.