Timnas Afrika Selatan dipastikan kembali berlaga di Piala Dunia 2026 setelah absen dalam tiga edisi terakhir.

Skuad berjuluk Bafana Bafana ini terakhir kali tampil di turnamen tersebut saat menjadi tuan rumah pada 2010.

>>> PT Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Perantara Ekspor Tunggal Komoditas

Kebangkitan tim mulai terlihat sejak Hugo Broos ditunjuk sebagai pelatih pada Mei 2021.

Pelatih asal Belgia itu langsung membawa dampak positif, termasuk membawa tim yang nyaris gagal ke Piala Afrika 2021.

Broos meremajakan skuad dengan memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Thalente Mbatha, Oswin Appollis, dan Evidence Makgopa. Langkah ini membuahkan hasil di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Prestasi Bafana Bafana juga meningkat saat meraih tempat ketiga di Piala Afrika 2023.

Capaian itu membuat mereka dianggap sebagai kandidat kuat juara Piala Afrika 2026 yang akan digelar Desember mendatang.

>>> WSBP Tambah Bidang Usaha Baru untuk Perkuat Bisnis Beton Terintegrasi

Saat ini, Afrika Selatan memuncaki Grup C kualifikasi CAF dengan catatan lima menang, tiga seri, dan dua kalah.

Tim kini mengusung misi baru: menembus babak gugur Piala Dunia 2026.

Sepanjang partisipasi sebelumnya, langkah Afrika Selatan selalu terhenti di fase grup. Debut mereka di Piala Dunia 1998 diwarnai tanpa kemenangan, termasuk kekalahan 3-0 dari Prancis.

Penampilan membaik pada 2002 saat mereka meraih kemenangan perdana atas Slovenia 1-0. Namun, hasil imbang melawan Paraguay dan kekalahan dari Spanyol membuat mereka tersingkir.

Saat menjadi tuan rumah 2010, Afrika Selatan menahan Meksiko 1-1 dan mengalahkan Prancis 2-1. Namun, kekalahan 3-0 dari Uruguay mengakhiri harapan mereka melaju ke babak berikutnya.

>>> Simak Pilihan Nama Bayi Perempuan Lahir Bulan Juli 3 Kata dan Maknanya

Kini, dengan skuad muda dan kepercayaan diri tinggi, Bafana Bafana bertekad mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026.