Kemenhub Kaji Usulan Kenaikan Tarif Penyeberangan dari Gapasdap
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mempertimbangkan usulan penyesuaian tarif angkutan penyeberangan yang diajukan oleh Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap).
Pertemuan berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/6/2026).
>>> Indodax Gandeng Chainalysis untuk Perkuat Keamanan Transaksi Kripto
Pemerintah memilih bersikap hati-hati dan mengkaji kondisi terkini dunia usaha secara seksama sebelum mengambil keputusan resmi terkait tarif penyeberangan nasional.
Respons tersebut menanggapi keluhan para pengusaha angkutan penyeberangan mengenai pembengkakan biaya operasional akibat pelemahan nilai tukar Rupiah dan tingginya harga minyak dunia.
Pemerintah Pertimbangkan Subsidi BBM
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pelaku industri penyeberangan saat ini masih menerima bantuan dari pemerintah berupa bahan bakar minyak bersubsidi.
"Kita harus lihat kondisinya ya. Kan transportasi penyeberangan kan di sana juga ada BBM subsidi yang dinikmati oleh pelaku industri penyeberangan ya.
Kita akan lihat itu," ujar Dudy.
Di sisi lain, Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menyatakan bahwa melemahnya nilai tukar Rupiah berdampak langsung terhadap komponen biaya operasional yang bergantung pada valuta asing.
>>> Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
"Kombinasi antara pelemahan Rupiah dan tingginya harga minyak dunia membuat beban operasional kapal semakin meningkat," ungkap Khoiri.
Khoiri menjabarkan lonjakan biaya mencakup kenaikan harga suku cadang kapal sebesar 30-40 persen, harga oli mencapai 60 persen, serta biaya pengedokan kapal yang naik sekitar 20 persen.
Berdasarkan perhitungan bersama dengan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait pada 2019, ketetapan tarif saat ini dinilai sudah tidak sesuai dengan realitas beban produksi di lapangan.
"Saat ini, tarif yang berlaku sudah tertinggal jauh dari perhitungan Harga Pokok Produksi atau HPP," tegas Khoiri.
Asosiasi menilai keterlambatan penyesuaian tarif ini dapat mengancam aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.
>>> PT KMI Luncurkan Modenas Brusky 125 dan KLX150 XPL di Jakarta Fair 2026
"Pada akhirnya, kemampuan perusahaan dalam menjaga standar keselamatan, kenyamanan, dan kesinambungan pelayanan kepada masyarakat akan semakin tertekan," pungkas Khoiri.
Update Terbaru
Big Brother 28 Minggu Ketiga: Kamu Kirk Juara HOH Usai Rome Tersingkir
Senin / 27-07-2026, 07:49 WIB
Cara Cek Bansos Kemensos PKH dan BPNT Juli 2026, Panduan Lengkap Lewat Aplikasi dan Website
Senin / 27-07-2026, 07:42 WIB
Cek Desil Bansos Kemensos Online via HP, Begini Langkah Mudahnya
Senin / 27-07-2026, 07:42 WIB
Pirates Tunjuk Jose Urquidy untuk Dilespas, Panggil Catcher Shawn Ross
Senin / 27-07-2026, 07:35 WIB
Big Brother 28 Hadirkan Mekanisme Time Capsule dengan Hadiah dan Hukuman Unik
Senin / 27-07-2026, 07:35 WIB
Xiaomi 15 Ultra hingga Redmi Note 15: Deretan HP Terbaru 2026 dengan Spesifikasi Gahar
Senin / 27-07-2026, 07:35 WIB
Redmi 2026: Deretan HP Baru dari Seri A hingga K70 Ultra, Ini Spesifikasinya
Senin / 27-07-2026, 07:35 WIB
Sydney Sweeney dan Scooter Braun Lompat Bungee Bersama di Tebing Selandia Baru
Senin / 27-07-2026, 07:28 WIB
Usher Hentikan Momen Panggung dengan Penggemar di Nashville, Wanita Itu Angkat Bicara
Senin / 27-07-2026, 07:28 WIB
Shin Tae-yong Ungkap Minimnya Persiapan Jadi Biang Kekalahan Persija dari Persebaya
Senin / 27-07-2026, 07:28 WIB
Pressing Tinggi Jadi Kunci Persebaya Kalahkan Persija di Piala Presiden
Senin / 27-07-2026, 07:28 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 Bergaya Paspor, Kenapa Harus Marah?
Senin / 27-07-2026, 07:21 WIB
Paramount Skydance Setuju Tunda Merger dengan Warner Bros hingga Sidang Antimonopoli Rampung
Senin / 27-07-2026, 07:21 WIB
Bukan Red Flag, 4 Zodiak Ini Justru Pasangan Paling Tulus dan Setia
Senin / 27-07-2026, 07:21 WIB







