Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mendiskusikan kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran. Langkah ekstrem itu disebut sebagai opsi untuk mempercepat penyelesaian konflik kedua negara.

Informasi tersebut diungkapkan oleh jurnalis peraih Hadiah Pulitzer, Seymour Hersh, melalui platform Substack pada Kamis (11/6/2026).

>>> XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem untuk Perkuat Pasar Korporasi

Laporan Hersh mengutip sejumlah sumber yang menyebut bahwa opsi nuklir muncul di tengah frustrasi Trump menghadapi dinamika konflik.

Pembicaraan mengenai opsi militer ekstrem ini dikabarkan menjadi topik bahasan antara Trump dengan beberapa pejabat senior di pemerintahannya.

Wacana tersebut memicu sorotan tajam karena potensi dampak global yang sangat besar.

>>> JD Vance Bangun Kandang Ayam Bergaya Victoria di Istana Wapres AS

Hubungan AS dan Iran telah mencapai titik nadir setelah serangan militer gabungan AS-Israel ke berbagai target di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan itu termasuk ke Teheran dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa sipil.

Eskalasi sempat mereda setelah kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata pada 7 April 2026. Kesepakatan itu terjadi pasca-serangan balasan Iran ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS.

>>> BTN Waspadai Dampak Kenaikan BI Rate Terhadap Kualitas KPR

Namun, pertemuan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa terobosan berarti. Saat ini kedua negara masih berada dalam jalur negosiasi untuk merampungkan nota kesepahaman.