Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Rabu (10/6) diproyeksikan mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di Indonesia sepanjang sisa tahun 2026.

PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 naik ke Rp 17.000 per liter.

>>> PT Millennium Pharmacon International Tbk Bangun Pusat Distribusi Baru Rp100 Miliar

Kenaikan serupa juga terjadi di jaringan SPBU swasta BP-AKR.

Optimisme Gaikindo dan Agen Pemegang Merek

Vice Chairman Market Development Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto, berharap penjualan mobil konvensional tidak terganggu, namun penjualan kendaraan listrik justru meningkat.

Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur charging station yang terus ditingkatkan untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik.

Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, menyebut produk New Energy Vehicle (NEV) Jaecoo menawarkan efisiensi dan performa optimal.

Konsumen dapat menghemat lebih dari Rp 1 juta per bulan dibandingkan mobil ICE.

Sebagai gambaran, operasional Jaecoo J5 EV hanya menghabiskan Rp 290.760 per bulan untuk jarak 1.500 kilometer.

>>> PT Bangun Kosambi Sukses Tbk Redam Dampak Pelemahan Rupiah

Hingga Mei 2026, penjualan retail merek ini terus menanjak hingga ribuan unit.

Jaecoo juga menyediakan fasilitas pengisian daya di seluruh jaringan dealer resmi untuk memperkuat ekosistem berkendara.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, menilai penyesuaian harga BBM dapat mengubah kalkulasi konsumen.

Ia menyebut EV sebagai pilihan mobilitas yang relevan.

Namun, keputusan akhir pasar tetap dipengaruhi daya beli, kesiapan infrastruktur pengisian daya, layanan purna jual, dan regulasi pemerintah.

>>> India Salip Jerman Jadi Produsen Mobil Penumpang Terbesar Ketiga Dunia

Kolaborasi lintas pihak penting untuk membangun ekosistem EV yang lebih siap.