Hingga saat ini, perseroan telah mengantongi seluruh perizinan dan sertifikasi yang diperlukan untuk operasional gudang tersebut.

Proyek pembangunan ini juga menjadi bagian dari agenda transformasi operasional perusahaan yang meliputi digitalisasi, otomatisasi, serta peningkatan sistem pengelolaan inventori.

Upaya penguatan fasilitas ini diharapkan dapat memperbaiki pengelolaan stok dan akurasi distribusi.

"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan efisiensi, memperkuat pengelolaan inventori, dan memastikan kualitas layanan distribusi tetap terjaga seiring pertumbuhan bisnis," ujar Mohamad Fazly Bin Hassan, Direktur SDPC.

Investasi infrastruktur ini juga melengkapi pencapaian perusahaan yang baru saja mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

>>> Kementerian PU Ajukan Tambahan Anggaran Rp121 Triliun untuk 2027

Saat ini, SDPC mengoperasikan 37 cabang di berbagai kota strategis di Indonesia untuk melayani puluhan prinsipal farmasi dan alat kesehatan.