Wasit asal Somalia, Omar Artan, gagal menjalankan tugasnya di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Ia tiba di Bandara Internasional Miami melalui rute Istanbul, namun petugas imigrasi melakukan interogasi mendalam dan menolak izin masuknya.

>>> Ketajaman Cristiano Ronaldo Dipertanyakan Usai Laga Portugal vs Nigeria

Penolakan tersebut diduga karena Omar Artan memiliki nama yang sama dengan pemimpin kelompok militer Al Shabab di Somalia.

Otoritas AS yang tidak disebutkan namanya menyatakan dugaan relasi dengan jaringan teroris menjadi alasan penolakan.

Omar Artan menjalani interogasi selama 11 jam di bandara sebelum akhirnya diusir kembali ke Somalia.

"Saya hanyalah seorang wasit yang coba mewujudkan impian saya untuk datang ke Piala Dunia," ujar Omar Artan.

Ia mengaku semua dokumen lengkap, namun tetap diinterogasi dan dijebloskan ke penjara sebelum diusir.

Petugas keamanan AS berulang kali menanyakan apakah ia pernah bertemu perwakilan Al Shabab.

Omar Artan menegaskan tidak tahu apa pun tentang kelompok militer tersebut dan hanya ingin bekerja sebagai wasit.

>>> FIFA Paksa Timnas Haiti Ubah Desain Jersey Piala Dunia 2026

Padahal, ia telah memegang lisensi wasit FIFA sejak 2018 dan baru saja meraih predikat Wasit Terbaik Afrika versi CAF 2025.

Kesempatan ini seharusnya menjadi momen bersejarah sebagai wasit pertama asal Somalia di Piala Dunia.

Akibat pembatalan ini, jumlah wasit Afrika di Piala Dunia 2026 menyusut menjadi enam orang.

Berusaha Menjaga Pikiran Positif

Setelah ditolak, Omar Artan kembali ke Mogadishu, ibu kota Somalia, pada Rabu (10/6/2026).

Meski impiannya kandas, ia tetap bersikap positif dan fokus pada tantangan selanjutnya dalam karier wasit.

"Saya ingin berterima kasih kepada FIFA dan CAF atas dukungan mereka," tutur Artan.

>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF 2026

Ia berjanji terus meningkatkan kemampuan dan berharap dapat bergabung kembali di kompetisi mendatang.