Zulkifli Hasan Targetkan Pembenahan Makan Bergizi Gratis Rampung Sebulan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk merampungkan pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
Langkah penataan ini diambil setelah ditemukan berbagai persoalan dalam pelaksanaan program di lapangan, dilansir dari Nasional pada Kamis (11/6/2026).
>>> AS Masukkan BYD ke Daftar Hitam Militer Pentagon
Salah satu masalah utama yang diakui pemerintah adalah munculnya kasus jual beli titik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Praktik culas tersebut dilaporkan memicu kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp 1 triliun setiap bulan akibat pemberian insentif kepada SPPG yang beroperasi.
"Oleh karena itu perlu waktu penataan selama satu bulan. Yang baik diteruskan, yang tidak baik ini jangan dibenarkan," terang Zulhas di kantornya, Kamis (11/6/2026).
Evaluasi menyeluruh kini diarahkan pada standardisasi operasional demi mencegah penyimpangan anggaran negara lebih lanjut.
Selain masalah finansial, BGN saat ini memprioritaskan perbaikan kualitas dapur guna menjamin keamanan pangan dan menekan risiko kasus keracunan pada layanan MBG.
>>> Pengamat Pajak Soroti Rendahnya Kontribusi Wajib Pajak Baru
"Kita tidak ada zero toleran terhadap keamanan pangan, tidak boleh lagi ada keracunan. Kita fokus dalam satu bulan ini," terang Zulhas.
Kepatuhan terhadap prosedur operasional standar menjadi sorotan tajam karena banyak unit yang dinilai mengabaikan regulasi baku.
BGN mengidentifikasi sejumlah SPPG yang tidak menyerap bahan baku pangan dari ekosistem desa setempat ataupun koperasi pedesaan.
"Ini banyak terjadi pelanggaran, padahal perintah presiden SPPG ini diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi di daerah setempat," ungkap Zulhas.
>>> Erick Thohir Ajak Kepala Daerah Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026
Pemerintah menegaskan kepatuhan penyerapan komoditas lokal menjadi indikator utama dalam keberlanjutan kemitraan program ini.
Update Terbaru
Mengenal Nasi Jaha, Kuliner Khas Manado yang Dibakar dalam Bambu
Kamis / 11-06-2026, 17:21 WIB
Mobil Turbo Turun Spesifikasi BBM Berisiko Alami Kerusakan Mesin
Kamis / 11-06-2026, 17:21 WIB
Said Iqbal Pertanyakan Implementasi Perpres Potongan Aplikasi Ojol
Kamis / 11-06-2026, 17:21 WIB
Vinicius Junior Pasti Bertahan di Real Madrid Musim Depan
Kamis / 11-06-2026, 17:20 WIB
IHSG Melemah ke Level 5.886, Saham KOPI dan RISE Justru Melonjak
Kamis / 11-06-2026, 17:20 WIB
KSAD Maruli Simanjuntak Bantah Isu Penggusuran Sekolah di Ende
Kamis / 11-06-2026, 17:20 WIB
5 Resep Bihun Goreng Enak dan Praktis untuk Menu Sehari-hari
Kamis / 11-06-2026, 17:20 WIB
Pemerintah Tunjuk Danantara Sumberdaya Indonesia Kelola Ekspor Komoditas Strategis
Kamis / 11-06-2026, 17:17 WIB
Pemko Medan Perluas Program Tebus Ijazah ke Madrasah Swasta
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
Kementerian ESDM Bantah Pemadaman Listrik Jawa Akibat Kelangkaan Batu Bara
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
Australia Khawatirkan Dampak Ketergantungan pada Starlink
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Penyelundupan Elektronik Ilegal
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
KAI Renovasi Stasiun Gambir untuk Integrasi dengan KRL
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB
Liwet Bakar Derajat Viral di Ciledug, Topping Melimpah Mulai Rp19 Ribu
Kamis / 11-06-2026, 17:16 WIB






