AS Masukkan BYD ke Daftar Hitam Militer Pentagon
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memasukkan produsen otomotif BYD ke dalam daftar hitam perusahaan yang dituduh mendukung militer China.
Gedung Pentagon memperbarui dokumen resmi mengenai entitas militer China yang beroperasi di wilayah AS.
>>> Pengamat Pajak Soroti Rendahnya Kontribusi Wajib Pajak Baru
Sejumlah korporasi besar asal China turut masuk dalam daftar tersebut, termasuk Alibaba, Baidu, produsen baterai EVE Energy, WuXi AppTec, TP-Link, start-up robotika Unitree, serta Hesai dan Robosense yang disokong BYD.
Pemerintah AS menilai keberadaan perusahaan-perusahaan ini dapat memicu ancaman terhadap stabilitas keamanan nasional mereka.
Dalam dokumen tersebut, BYD diidentifikasi memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara China (SASAC).
BYD juga disebut memiliki hubungan tidak langsung dengan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT).
"BYD merupakan kontributor fusi militer-sipil terhadap basis industri pertahanan China karena berafiliasi dengan MIIT dan karena berlokasi di atau berafiliasi dengan zona perusahaan fusi militer-sipil," demikian dikutip dari dokumen Departemen Pertahanan AS.
Pihak BYD segera melayangkan bantahan resmi terhadap klaim yang dikeluarkan oleh Pentagon.
>>> Erick Thohir Ajak Kepala Daerah Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026
Lewat berkas terbaru yang diserahkan ke Bursa Efek Hong Kong pada Selasa (9/6/2026), BYD menegaskan status operasional mereka.
"Karena Grup (BYD) bukanlah perusahaan militer China maupun kontributor fusi militer-sipil terhadap basis industri pertahanan China, Perusahaan menganggap bahwa tidak ada pembenaran untuk dimasukkannya Perusahaan ke dalam Daftar CMC (Perusahaan Militer China)," tulis BYD.
Manajemen BYD menjelaskan bahwa keputusan Pentagon tidak dikategorikan sebagai daftar sanksi hukum.
Oleh karena itu, status ini diklaim tidak akan mengganggu jalannya roda bisnis perusahaan secara global.
Kebijakan tersebut juga tidak membatasi pihak eksternal di luar Departemen Pertahanan AS untuk menjalin kemitraan dagang dengan mereka.
>>> BSI Catat Kenaikan Rasio Profitabilitas Return on Assets Jadi 2,42 Persen
"Pembatasan pengadaan pemerintah AS yang terkait dengan daftar CMC tidak akan berdampak pada bisnis Perusahaan, dan Daftar CMC tidak membatasi transaksi sekuritas Perusahaan," tegas BYD.
Update Terbaru
Red Sox Dapatkan Infielder Curtis Mead dari Nationals untuk Perkuat Lineup
Minggu / 26-07-2026, 23:28 WIB
Kode Unduh GTA 6 PS5 di Jepang Hanya Berlaku 170 Hari
Minggu / 26-07-2026, 23:28 WIB
Apple Siapkan Konten Streaming Baru dan Apple TV Generasi Berikutnya untuk 2026
Minggu / 26-07-2026, 23:28 WIB
Washington Nationals Buka Peluang Tukar CJ Abrams Sebelum Deadline
Minggu / 26-07-2026, 23:22 WIB
Shea Langeliers Alami Robekan Meniskus, Berpotensi Absen hingga 2027
Minggu / 26-07-2026, 23:21 WIB
SUNY Students Get Free Entry to New York State Fair on August 27
Minggu / 26-07-2026, 23:21 WIB
Final All Ireland 2026: Kerry vs Mayo Perebutkan Sam Maguire
Minggu / 26-07-2026, 23:15 WIB
Sirkuit Imola Jadi Opsi Pengganti Akhir Musim F1 2026 Jika Balapan Timur Tengah Batal
Minggu / 26-07-2026, 23:14 WIB
Katie Logan Dihadang Keluarga Akibat Dirikan Rumah Mode Sendiri
Minggu / 26-07-2026, 23:14 WIB
Cavaliers Susun Ulang Strategi Usai LeBron Pilih Philadelphia
Minggu / 26-07-2026, 23:14 WIB
Emma Roberts Resmi Menikah dengan Cody John dalam Gaun Vintage Kustom
Minggu / 26-07-2026, 23:07 WIB
Emma Roberts dan Cody John Resmi Menikah Dua Tahun Setelah Bertunangan
Minggu / 26-07-2026, 23:07 WIB
Sheinelle Jones Ungkap Duka Kehilangan Suami dan Nenek dalam Wawancara
Minggu / 26-07-2026, 23:07 WIB
Pendaftaran SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026/2027 Dibuka, Simak Jadwal dan Syaratnya
Minggu / 26-07-2026, 23:07 WIB







