Tim nasional Prancis akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Senegal.

Pelatih Didier Deschamps percaya hasil buruk pada pertemuan sebelumnya tidak akan berdampak pada anak asuhnya.

>>> Bank Indonesia Jajaki Peningkatan Nilai Swap Mata Uang dengan Tiongkok

Pertandingan antara Prancis dan Senegal dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada Selasa (16/6) malam waktu setempat.

Duel ini menjadi pertemuan kedua kedua tim setelah Les Bleus menelan kekalahan 0-1 pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2002.

Gol tunggal Papa Bouba Diop pada babak pertama menjadi momok bagi Prancis saat itu.

Kekalahan tersebut membuat Prancis yang berstatus juara bertahan tersingkir lebih awal, sementara Senegal melaju ke babak gugur.

Kini Prancis fokus mengantisipasi kejutan serupa dan menargetkan kemenangan untuk mengamankan modal penting di laga pertama Piala Dunia 2026.

Deschamps memperkirakan hasil akhir laga ini akan berbeda dari masa lalu.

>>> Yield Obligasi Korporasi Diprediksi Tetap Tinggi hingga Akhir Tahun

Skuad Prancis 2026 Berbeda Total

Mantan kapten timnas Prancis itu menjelaskan situasi timnya saat ini sudah jauh berubah dibandingkan skuad 2002.

"Para pemain ini tidak ada di sana... saya pun tidak ada di sana dan mereka bahkan ada yang belum lahir.

Ada pemain yang masih berusia 3 atau 4 tahun," ujar Deschamps.

Ia menegaskan peristiwa masa lalu merupakan bagian dari sejarah yang tidak berkaitan langsung dengan kondisi pemain saat ini.

"Itu adalah bagian dari apa yang sudah terjadi, bagian dari cerita. Satu-satunya kesamaan adalah pertandingan pertama mereka, dan mereka adalah dua tim yang sama.

>>> Hermansyah Pilih Emil Audero Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia

Mereka bukan pemain yang sama, dan tentu ceritanya kini akan berbeda," kata Deschamps.