Yield Obligasi Korporasi Diprediksi Tetap Tinggi hingga Akhir Tahun
Tingginya yield obligasi korporasi diperkirakan masih akan bertahan hingga akhir tahun. Kondisi ini menguntungkan investor yang berburu imbal hasil, namun meningkatkan biaya pendanaan bagi emiten.
Berdasarkan data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield obligasi korporasi peringkat AAA tenor tiga tahun mencapai 7,74%.
>>> Hermansyah Pilih Emil Audero Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia
Sementara itu, yield peringkat AA di level 7,79%, peringkat A sebesar 9,56%, dan peringkat BBB mencapai 11,29%.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, mengatakan tingginya yield saat ini dipengaruhi kombinasi faktor domestik dan global.
Kebijakan moneter ketat, tekanan nilai tukar rupiah, kondisi fiskal, ketidakpastian suku bunga global, dan tensi geopolitik membuat premi risiko obligasi korporasi tetap tinggi.
"Kombinasi faktor tersebut membuat premi risiko obligasi korporasi tetap tinggi dan investor cenderung bersikap hati-hati," ujar Rizal kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) menjadi 5,50% serta meningkatnya yield Surat Berharga Negara (SBN) turut mendorong biaya pendanaan korporasi.
Akibatnya, emiten harus menawarkan kupon lebih tinggi agar tetap kompetitif, sehingga biaya penerbitan obligasi meningkat.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong sebagian perusahaan menunda rencana ekspansi. Di pasar sekunder, kenaikan yield juga menekan harga obligasi yang telah beredar, terutama untuk obligasi bertenor panjang.
>>> Jumaria, Petani Maros, Selesai Haji Setelah Menabung 20 Tahun di Ember
Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman seperti SBN dan deposito yang menawarkan imbal hasil menarik dengan risiko lebih rendah.
"Dampaknya, pasar obligasi korporasi menjadi lebih selektif dan hanya emiten dengan fundamental kuat serta peringkat investment grade yang relatif lebih mudah memperoleh pendanaan," kata Rizal.
Update Terbaru
KAI Integrasikan Stasiun Gambir dengan KRL Commuter Line dalam Dua Tahun
Kamis / 11-06-2026, 17:04 WIB
Razer Game Services Rilis Legend of Aoqi, Game RPG Koleksi Spirit
Kamis / 11-06-2026, 17:04 WIB
Razer Game Services Resmi Rilis Legend of Aoqi di Tiga Platform
Kamis / 11-06-2026, 17:04 WIB
Harga Emas Antam 11 Juni 2026 Anjlok Rp 24.000 Per Gram
Kamis / 11-06-2026, 17:04 WIB
PTBA Setujui Dividen Rp1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Kamis / 11-06-2026, 17:02 WIB
Energi Mega Persada Tetapkan Harga Rights Issue Rp310 per Saham
Kamis / 11-06-2026, 17:02 WIB
Xavi Hernandez dan Barcelona Makin Panas Akibat Larangan Bela Tim Legends
Kamis / 11-06-2026, 17:01 WIB
Alpha School AS Gantikan Peran Guru dengan Platform AI
Kamis / 11-06-2026, 17:00 WIB
Pertamina Patra Niaga Naikkan Harga Pertamax 32% Jadi Rp16.250 per Liter
Kamis / 11-06-2026, 16:57 WIB
Ade Jona Prasetyo Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BPP Hipmi
Kamis / 11-06-2026, 16:57 WIB
Jemaah Haji Padati Pabrik Parfum Legendaris Al&Qurashi di Taif
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
BOYNEXTDOOR dan RESCENE Tembus Chart Melon Top 100 Pekan Ini
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Rekor Buruk Semifinal Jelang Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 16:56 WIB
PT Suryacipta Swadaya Mulai Bangun Smartpolitan Building di Subang
Kamis / 11-06-2026, 16:53 WIB






