Pakar Proyeksi Harga Emas Turun di Bawah US$ 4.075 per Troy Ounce
Harga emas diproyeksikan terus melemah dan berpotensi turun di bawah US$ 4.075 per troy ounce. Proyeksi ini disampaikan oleh Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen.
Menurut Hansen, tekanan pada harga emas berasal dari kuatnya data pasar tenaga kerja Amerika Serikat dan lonjakan inflasi.
>>> Perbanas: Sektor Perbankan Nasional Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
Kedua faktor ini memperbesar peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi.
Pada perdagangan Rabu (10/6), harga emas di pasar spot tercatat turun 0,73 persen ke posisi US$ 4.044,04 per troy ounce.
Pergerakan ini menunjukkan emas masih berada dalam tren penurunan.
Faktor Pemicu Pelemahan Emas
Hansen menjelaskan bahwa sejak pertengahan April, emas tertekan oleh kekhawatiran inflasi yang dipicu kenaikan sektor energi.
Perhatian pasar juga tersedot pada lonjakan harga minyak, penguatan imbal hasil obligasi, dan dolar AS yang perkasa.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengancam pasokan energi dunia turut menjaga risiko inflasi tetap tinggi.
>>> BIGBANG Umumkan Tur Dunia 2026, Jakarta Masuk Daftar Kota Konser
Akibatnya, investor lebih fokus pada prospek suku bunga tinggi dalam jangka panjang daripada fungsi emas sebagai diversifikasi.
Meskipun demikian, Hansen tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang emas. Ia menilai fundamental emas masih kuat dalam durasi yang lebih lama.
Untuk kembali ke tren naik, harga emas membutuhkan momentum pembalikan arah menuju level US$ 4.500 per troy ounce.
Setelah itu, emas bisa menguji rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US$ 4.600.
Hansen menambahkan bahwa para pedagang kemungkinan akan tetap fokus pada risiko penurunan sementara.
>>> MDTV Luncurkan Main Drama Casting, Ajang Cari Talenta Akting hingga Bela Diri
Investor jangka panjang menunggu katalis yang mampu mengalihkan perhatian dari kekhawatiran inflasi ke pendorong struktural pasar bullish.
Update Terbaru
Sanders dan Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Primer Michigan
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
Pengadilan Banding Blokir Perintah Trump yang Batasi Pemilu Surat
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
India Kembali ke Puncak Ranking T20I ICC Usai Kalahkan Zimbabwe
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
India Pilih Bat First di T20I Ketiga Lawan Zimbabwe, Incar Sapu Bersih
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
Nottingham Forest Uji Coba Lawan Vitoria Guimaraes di Portugal
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Iran Panggil Kuasa Usaha Ukraina Terkait Serangan Kapal di Laut Kaspia
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Shark Week 2026 Hadirkan 20 Spesial Baru, Ekspedisi Global, dan Kolaborasi K-Pop
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Serangan Mobil di Dekat Festival Pride Berlin, Pemerintah Jerman Janji Tindak Tegas
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Red Sox Dapatkan Infielder Curtis Mead dari Nationals untuk Perkuat Lineup
Minggu / 26-07-2026, 23:28 WIB
Kode Unduh GTA 6 PS5 di Jepang Hanya Berlaku 170 Hari
Minggu / 26-07-2026, 23:28 WIB
Apple Siapkan Konten Streaming Baru dan Apple TV Generasi Berikutnya untuk 2026
Minggu / 26-07-2026, 23:28 WIB
Washington Nationals Buka Peluang Tukar CJ Abrams Sebelum Deadline
Minggu / 26-07-2026, 23:22 WIB
Shea Langeliers Alami Robekan Meniskus, Berpotensi Absen hingga 2027
Minggu / 26-07-2026, 23:21 WIB
SUNY Students Get Free Entry to New York State Fair on August 27
Minggu / 26-07-2026, 23:21 WIB







