Bank Indonesia (BI) memproyeksikan aktivitas penjualan eceran di dalam negeri akan mengalami lonjakan dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Prospek positif ini didorong oleh momentum tahun ajaran baru sekolah dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal.

>>> Pertamina Perkuat Sinergi Operasional di Jawa untuk Ketahanan Energi

Proyeksi tersebut tercermin dari hasil Survei Bank Indonesia yang menunjukkan kenaikan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP).

Untuk Juli 2026, IEP berada di angka 138,3, naik dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 136,8.

Lonjakan lebih signifikan terlihat pada IEP Oktober 2026 yang mencapai 149,4, melesat dari September 2026 yang sebesar 137,8.

"Responden menginformasikan bahwa peningkatan IEP Juli 2026 dipengaruhi tahun ajaran baru, sedangkan Oktober 2026 dipengaruhi persiapan HBKN Natal," tulis laporan survei BI yang dirilis Kamis (11/6/2026).

>>> KABAR DUKA! Suki Jin Youtuber Sekaligus Sepupu Seulgi Red Velvet Meninggal Dunia Akibat Kecelaan pada 11 Juni 2026

Kenaikan proyeksi ini menjadi indikasi bahwa pelaku usaha optimistis terhadap perbaikan aktivitas dagang.

Meski perdagangan diperkirakan melonjak, BI memprediksi tekanan inflasi tiga bulan ke depan masih aman.

Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 berada di level 175,8, tidak banyak bergerak dari Juni 2026 yang sebesar 175,6.

Namun, situasi berbeda diprediksi terjadi pada Oktober 2026, di mana tekanan harga diperkirakan naik dengan IEH mencapai 167,6, lebih tinggi dari September 2026 yang sebesar 163,2.

>>> PB IKA PMII Buka Pendaftaran Beasiswa FLF 2026 untuk Mahasiswa Baru PTN

Kenaikan ekspektasi harga pada Oktober 2026 dipicu oleh lonjakan harga bahan baku produksi yang berpotensi memengaruhi harga jual barang di tingkat konsumen.