Hingga saat ini, kedua belah pihak masih mencari jalan keluar untuk mengakhiri perselisihan namun tetap berupaya menjaga citra kemenangan di internal negara masing-masing.

Otoritas Iran secara konsisten menolak tuntutan Amerika Serikat untuk melepaskan stok uranium yang diperkaya tinggi.

Sebaliknya, Teheran mengajukan syarat perdamaian berupa pencabutan sanksi ekonomi serta pelepasan aset-aset mereka yang dibekukan, yang sejauh ini masih ditolak oleh pihak Washington.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap bersikeras pada tujuan utama untuk meruntuhkan pemerintahan teokratis Iran, menghancurkan program nuklir, serta melumpuhkan kelompok Hizbullah.

Selat Hormuz menjadi instrumen negosiasi utama bagi Iran dalam menghadapi tekanan militer karena jalur perairan tersebut dilalui oleh sekitar 20 persen total konsumsi minyak bumi global setiap harinya.

>>> Kenali Ciri ATM Kena Skimming untuk Cegah Pembobolan Rekening

Keterlibatan sekutu regional seperti Israel, Lebanon, dan negara-negara Teluk memperluas risiko perang skala luas yang mengancam rantai pasok energi global.