Presiden Prabowo Subianto memutuskan menggunakan Pindad Maung sebagai kendaraan dinas resminya. Keputusan ini diumumkan saat pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Kamis (11/6).

Langkah tersebut dinilai tidak biasa karena pemimpin negara biasanya menggunakan mobil premium Eropa seperti BMW atau Mercedes-Benz. Prabowo mengakui kualitas Maung belum setara dengan mobil mewah asal Eropa.

>>> Polri Larang Enam Modifikasi Pelat Nomor Kendaraan, Pelanggar Terancam Denda Rp500.000

"Saya ngerti, ini kan mobil baru 1-2 tahun dibangun. Mungkin tidak sebagus saya pakai BMW atau Mercedes.

Saya sudah tidak bisa lagi, saya pakai Maung," ujar Prabowo.

Komitmen Nasionalisme

Penggunaan mobil ini menjadi komitmen nyata kepala negara untuk memberikan teladan dalam mencintai produk domestik. Dorongan nasionalisme menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

"Setelah 81 tahun merdeka, kita harus punya mobil buatan Indonesia sendiri. Presidenmu sekarang pakai mobil buatan rakyat sendiri," tuturnya.

Keputusan diambil secara sadar di tengah perbincangan internal jajarannya mengenai pengadaan kendaraan dinas. Prabowo ingin menunjukkan keteladanan kepada masyarakat dan jajaran pemerintahannya.

"Beberapa hari lalu, saya dengar pembicaraan anak buah saya soal harga mobil. Saya pikir, saya tidak bisa nanya begitu lagi.

>>> Yadea Indonesia Pamerkan Motor Listrik di PRJ 2026 dengan Program GEF

Suka tidak suka, karena saya Presiden, saya harus kasih contoh," tambahnya.

Kendala Teknis

Meskipun demikian, operasional kendaraan ini tidak sepenuhnya mulus. Mantan Menteri Pertahanan tersebut membeberkan sejumlah kendala teknis, seperti kebocoran atap saat hujan deras.

"Suatu saat saya tidur di mobil, karena hujan deras, tahu-tahu 'tek tek tek', saya bangun, rupanya bocor. Saya kirim kembali.

Saya bilang, tolong bocornya dikurangi," ungkapnya.

Selain kebocoran, kendaraan juga mengeluarkan suara bising saat melewati jalur menanjak. Namun, kendala tersebut dipandang sebagai bagian dari proses perkembangan industri otomotif lokal.

>>> Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk JAKIM 2026

"Mobil dipakai naik gunung, gledak-gledak, tapi tidak apa-apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," kata dia.