Bank Indonesia (BI) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 tumbuh membaik secara bulanan. Meski demikian, secara tahunan masih mengalami kontraksi akibat perlambatan permintaan masyarakat.

Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan yang dirilis pada Kamis (11/6/2026). Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Mei 2026 diproyeksikan mencapai angka 225,0.

>>> Gwyneth Paltrow Dikecam Gegara Bintangi Iklan Properti Israel

Angka itu berarti kontraksi tahunan sebesar 3,2% (yoy). Namun, capaian ini lebih baik dibandingkan penurunan 3,7% (yoy) pada April 2026.

Secara bulanan, performa penjualan ritel juga menunjukkan perbaikan.

Proyeksi kontraksi sebesar 0,9% (mtm) pada Mei 2026 merupakan lonjakan signifikan dari penyusutan 11,6% (mtm) pada bulan sebelumnya.

Kelompok Suku Cadang dan Aksesori Pimpin Pertumbuhan

Peningkatan penjualan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Kelompok Barang Lainnya menjadi faktor pendorong utama.

Kelompok Suku Cadang dan Aksesori diproyeksikan memimpin pertumbuhan tahunan tertinggi mencapai 16,6% (yoy) dengan indeks 157,5.

Diikuti Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya sebesar 1,8% (yoy) dengan indeks 84,5. Serta Kelompok Barang Lainnya yang naik 0,7% (yoy) dengan indeks 85,0.

Sebaliknya, penurunan tahunan masih membayangi beberapa sektor.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau merosot 4,0% (yoy), Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor turun 2,2% (yoy), dan Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi terkontraksi hingga 17,5% (yoy).

Untuk pertumbuhan bulanan, Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi bangkit dengan pertumbuhan 2,2% (mtm) setelah sempat anjlok 9,4% (mtm).

>>> Bareskrim Tetapkan Fithri Hadi Tersangka Baru Kasus Fraud Dana Syariah

Sementara Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya naik 2,0% (mtm) dari sebelumnya minus 5,9% (mtm).

Pihak otoritas moneter menjelaskan bahwa stimulus positif ini terjadi seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.