Rupal Agarwal, ahli strategi kuantitatif Asia di Bernstein, Singapura, mengatakan bahwa dengan valuasi yang sudah tinggi, ekspektasi pasar yang sangat optimistis menciptakan latar belakang yang rapuh bagi momentum teknologi di Korea Selatan, Taiwan, dan Asia secara lebih luas.

Ia menambahkan bahwa mengurangi porsi portofolio pada saham-saham teknologi adalah langkah paling bijak saat ini.

Saham teknologi Korea Selatan melalui indeks KOSPI ditutup melemah 1,2 persen setelah sempat ambles hingga 4,4 persen.

Sementara itu, saham Oracle di bursa global ambruk 8,9 persen akibat proyeksi belanja modal fiskal 2027 yang melebihi estimasi Wall Street serta rencana penggalangan dana utang infrastruktur AI sebesar US$ 40 miliar.

Tingginya inflasi AS memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

>>> Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas saat Maraton Internasional

Berdasarkan indikator FedWatch CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan probabilitas 51,6 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 28 Oktober mendatang.