Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pembiayaan fasilitas dana tunai mendominasi portofolio industri multifinance pada April 2026.

Penyaluran pembiayaan dana tunai mencapai Rp38,10 triliun, menunjukkan tingginya ketergantungan likuiditas masyarakat pada sektor ini.

>>> FIFA Pastikan Kapasitas Stadion Piala Dunia 2026 Tembus Satu Juta Penonton

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK, Agusman, menyatakan bahwa kebutuhan likuiditas jangka pendek masyarakat masih menjadi pendorong pertumbuhan pembiayaan.

OJK memproyeksikan pertumbuhan positif pembiayaan dana tunai akan bertahan hingga akhir 2026.

Hal ini seiring dengan kebutuhan pembiayaan masyarakat, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kualitas pembiayaan, dan perlindungan konsumen.

Kinerja Sektor Pembiayaan Multiguna dan Investasi

Secara keseluruhan, sektor pembiayaan multiguna memegang porsi kontribusi terbesar dengan nilai Rp258,73 triliun, tumbuh 2,39 persen year on year (YoY) per April 2026.

>>> Harga Emas Dunia Stabil pada 11 Juni 2026 Usai Sentuh Level Terendah

Sementara itu, sektor investasi terkontraksi 2,05 persen YoY menjadi Rp167,75 triliun, dan sektor modal kerja melonjak 10,64 persen YoY dengan nilai Rp55,22 triliun.

Agusman mengungkapkan bahwa perusahaan pembiayaan menghadapi tantangan seperti dinamika perekonomian, kualitas pembiayaan, dan pengelolaan risiko.

Oleh karena itu, regulator merekomendasikan penguatan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam penyaluran pembiayaan.

Total akumulasi piutang pembiayaan industri multifinance per April 2026 mencapai Rp514,65 triliun, tumbuh 2,08 persen YoY.

>>> Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak

Rasio non performing financing (NPF) gross tercatat 2,89 persen, NPF net 0,78 persen, dan gearing ratio 2,14 kali.