Harga emas dunia terpantau bergerak stabil pada perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam enam bulan terakhir.

Para pelaku pasar saat ini tengah menantikan rilis data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lanjutan mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

>>> Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 04.29 GMT, harga emas spot menguat tipis 0,1% menuju level US$ 4.077,39 per ons troi.

Pada sesi sebelumnya, logam mulia ini sempat merosot hingga ke level US$ 4.022,09 per ons troi, yang merupakan titik terendah sejak 21 November tahun lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus mencatatkan penurunan sebesar 0,8% menjadi US$ 4.098,90 per ons troi.

Analis senior StoneX, Matt Simpson, menjelaskan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar emas sehingga banyak investor memilih untuk mengurangi eksposur risiko mereka.

Namun, kisaran US$ 4.000 per ons troi dinilai menjadi level psikologis penting yang berpotensi menahan pelemahan harga lebih lanjut.

Mendekati level tersebut, sebagian pelaku pasar yang sebelumnya mengambil posisi jual berpotensi melakukan aksi ambil untung, sedangkan investor yang menunggu di luar pasar bisa mulai masuk kembali memanfaatkan harga rendah.

Simpson juga berpendapat bahwa pelemahan dolar AS yang terbatas setelah rilis data inflasi konsumen AS membuka peluang terjadinya pemulihan teknikal harga emas dalam jangka pendek.

Kini, fokus perhatian pasar tertuju pada rilis data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS periode Mei yang akan diumumkan selanjutnya.

Data tersebut menjadi indikator penting untuk mengukur tekanan inflasi sekaligus menentukan arah kebijakan moneter The Fed ke depan.