Perubahan kendali ini diharapkan membuka peluang sinergi baru, terutama dalam pengembangan bisnis, pemasaran, dan perluasan akses ke jaringan usaha yang lebih luas.

Manajemen sebelumnya memastikan kegiatan operasional dan model bisnis utama VISI tetap berjalan normal.

Penyesuaian struktur pengurus atau perubahan susunan manajemen pasca-akuisisi akan mengikuti keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kinerja Keuangan Terkini VISI

Berdasarkan data BEI, VISI membukukan pendapatan Rp 72,7 miliar pada kuartal I 2026, turun 3,6% secara tahunan dari Rp 75,4 miliar pada kuartal I 2025.

Namun, laba kotor perseroan meningkat 13,4% year on year menjadi Rp 9,3 miliar, dibandingkan Rp 8,2 miliar pada periode sebelumnya.

EBITDA VISI kuartal I 2026 tercatat Rp 2,5 miliar, turun 28,6% dari Rp 3,5 miliar pada kuartal I 2025.

Emiten juga mencatat rugi bersih Rp 3,3 miliar, membengkak dari rugi bersih Rp 201,1 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan rugi bersih mencapai sekitar 1.541,8%, membuat rugi bersih per saham VISI setara Rp 1,07 per lembar di tengah pelemahan kinerja operasional.

Prospek Saham Setelah Masuknya Pengendali Baru

Aksi korporasi yang melibatkan perusahaan afiliasi Nagita Slavina dan Raffi Ahmad ini memicu perhatian lebih dari investor ritel terhadap saham VISI.

Pasar kini menantikan potensi ekspansi usaha, diversifikasi bisnis, serta kolaborasi strategis dengan ekosistem media dan hiburan yang dimiliki kelompok usaha pengendali baru.

>>> BPJS Kesehatan Sediakan Program REHAB untuk Cicil Tunggakan Iuran

Investor disarankan tetap mencermati perkembangan resmi melalui keterbukaan informasi BEI mengenai strategi bisnis, struktur kepemilikan, dan perkembangan kinerja keuangan ke depan.