"Sebagai anak muda, kami benar-benar merasakan kesedihannya. Dia telah berjuang sangat keras untuk mencapai posisi itu dan akhirnya dikecewakan," kata Abokor, sebagaimana dilaporkan Reuters.

>>> Aljazair Kalahkan Bolivia Lewat Gol Tunggal Riyad Mahrez

Ia menambahkan bahwa masyarakat lokal tetap menganggap Artan sebagai figur juara.

"Bagi kami dan banyak orang di dunia, dia tetap seorang juara dan keputusan ini tidak mengubah apa pun," tambahnya.

Solidaritas juga ditunjukkan oleh komunitas olahraga setempat melalui kehadiran langsung di stadion.

"Kami berada di sini untuk menunjukkan bahwa kami berdiri bersamanya," ujar salah satu perwakilan.

Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre memberikan penghormatan melalui media sosial X.

"Dia telah memenangkan hati jutaan orang dan mengamankan tempatnya dalam sejarah," tulis Barre.

Ia juga menyertakan pesan penyemangat: "Impian mungkin tertunda, tetapi tidak pernah terkalahkan."

Dukungan internasional datang dari Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus yang menyatakan Artan telah menjadi inspirasi besar.

"Fakta bahwa Anda tidak bisa memimpin pertandingan yang telah Anda perjuangkan tidak mengubah pencapaian tersebut. Ini bukan akhir dari kisah Anda di panggung dunia," tulis Tedros.

Kementerian Luar Negeri Somalia menyatakan penyesalan mendalam dan mengonfirmasi bahwa Artan telah dibekali paspor diplomatik.

Namun, upaya diplomasi yang dilakukan tetap gagal menembus kebijakan imigrasi ketat AS.

Seorang diplomat Somalia di Nairobi membenarkan fasilitas dokumen yang diberikan kepada sang wasit.

"Artan bepergian menggunakan paspor diplomatik yang kami keluarkan untuk Piala Dunia agar ia tidak menghadapi hambatan," kata diplomat tersebut.

>>> ASN Kominfo Sumenep Juara Tiga Nasional di HUT ke-78 BKN

Juru bicara FIFA memastikan bahwa Omar Artan resmi absen dari seluruh rangkaian pelatihan dan tugas memimpin pertandingan selama Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko.