Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,91 persen ke level 5.789 pada akhir sesi I perdagangan Kamis (11/6/2026).

Pelemahan ini dipicu oleh maraknya aksi ambil untung setelah lonjakan signifikan pada hari-hari sebelumnya.

>>> DPR Imbau Masyarakat Lepas Dolar AS Jelang Penguatan Rupiah

Sebanyak 500 saham tercatat melemah di zona merah, sementara 185 saham menguat dan 128 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 12,67 triliun.

Kondisi ini berbalik arah dari perdagangan 9 Juni yang sempat melonjak 7,57 persen dan 10 Juni yang melompat 2,71 persen.

Saham BBCA menjadi penggerak utama dengan transaksi Rp 5,16 triliun.

Sentimen Global dan Aksi Jual Asing

Maybank Sekuritas menyampaikan bahwa pergerakan pasar saat ini mulai menunjukkan pola yang lebih variatif seiring munculnya aksi profit taking.

>>> Warga Keturunan Iran di AS Desak FIFA Coret Timnas dari Piala Dunia 2026

Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada agenda MSCI pada 18 Juni terkait kelanjutan interim freeze dan status pasar modal Indonesia pada 23 Juni.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat bahwa meskipun indeks sempat melonjak lebih dari 10 persen secara akumulasi pada 9 dan 10 Juni, investor asing masih terus melakukan aksi jual bersih yang cukup besar.

Faktor pendorong aliran modal keluar dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio menjelang MSCI Review dan FTSE Rebalancing pada 22 Juni, serta kenaikan inflasi AS menjadi 4,2 persen yang memicu ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.

Tensi geopolitik global di Timur Tengah juga ikut memicu kekhawatiran para pelaku pasar untuk mengamankan aset mereka.

BRIDS menyebutkan bahwa meningkatnya tensi geopolitik mendorong investor beralih ke aset safe haven dan mengurangi eksposur pada pasar emerging market.

>>> Pria Aktif Perlu Tahu Alasan Parfum Cepat Hilang dan Cara Mengatasinya

Pada perdagangan 10 Juni, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 2,93 triliun, setelah pada 9 Juni juga melakukan net sell mencapai Rp 2,59 triliun.