Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali melemah pada perdagangan Kamis siang, 11 Juni 2026.

Berdasarkan data dari Investasi, mata uang Garuda berada di posisi Rp 17.963 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 12.15 WIB.

>>> IHSG Anjlok 1,91% ke 5.789 pada Sesi I, Aksi Ambil Untung dan Sentimen Global Jadi Pemicu

Pelemahan ini setara dengan penurunan sebesar 0,12% dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.

Pada Rabu, rupiah masih bertengger di level Rp 17.944 per dolar AS.

Rupiah tidak sendirian tertekan. Beberapa mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan.

Rupee India menjadi yang terburuk dengan koreksi 0,41%, disusul won Korea Selatan yang turun 0,31% dan dolar Taiwan yang melemah 0,24%.

>>> DPR Imbau Masyarakat Lepas Dolar AS Jelang Penguatan Rupiah

Namun, mayoritas mata uang Asia justru menunjukkan performa positif terhadap dolar AS.

Peso Filipina memimpin penguatan dengan kenaikan 0,39%, diikuti baht Thailand yang naik 0,15% dan ringgit Malaysia sebesar 0,06%.

Dolar Singapura menguat 0,05%, yen Jepang naik tipis 0,02%, yuan China menguat 0,01%, dan dolar Hong Kong naik 0,009%.

>>> Warga Keturunan Iran di AS Desak FIFA Coret Timnas dari Piala Dunia 2026

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia stabil di level 99,94, tidak berubah dari posisi kemarin.