Kondisi KFLN juga dipengaruhi oleh melemahnya harga saham dan penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah.

Struktur kewajiban didominasi instrumen jangka panjang sebesar 92,5% dalam bentuk investasi langsung.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan I 2026 tetap terjaga, sehingga mendukung ketahanan eksternal.

Rasio PII terhadap PDB pada triwulan I 2026 sebesar 15,5%, lebih rendah dibandingkan 18,9% pada triwulan IV 2025.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia.

>>> Chelsea Disarankan Rekrut Marcus Rashford yang Dilepas Barcelona

Bank Indonesia juga akan memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.