Kemenkes: Konsumsi Gula Berlebih Picu Penyakit Ginjal Kronis
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat memicu penyakit ginjal kronis.
Kondisi ini terjadi karena tingginya asupan gula memaksa ginjal bekerja lebih keras dalam menyaring darah.
>>> Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Serangan Baru Militer AS ke Iran
Penyakit ginjal kronis ditandai dengan kerusakan organ ginjal yang menyebabkan penurunan fungsi penyaringan limbah dan racun dalam tubuh.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal ginjal atau penyakit ginjal stadium akhir.
Tahapan Penurunan Fungsi Ginjal
Penurunan fungsi ginjal terbagi menjadi lima stadium yang diukur berdasarkan Laju Filtrasi Glomerulus (GFR). Angka GFR ditentukan dari kadar kreatinin dalam darah.
Pada Stadium I, ginjal masih berfungsi baik dengan GFR ≥90 mL/min atau tingkat fungsi 90-100 persen, meski sudah ada indikasi kerusakan ringan.
Stadium II menunjukkan GFR 60-89 mL/min dengan fungsi 60-89 persen, dan gejala kerusakan mulai terlihat.
Stadium IIIA adalah penurunan fungsi ringan hingga sedang dengan GFR 45-59 mL/min. Penderita biasanya mulai merasakan kelelahan, lemas, dan pembengkakan di tangan atau kaki.
Stadium IIIB merupakan kerusakan sedang dengan GFR 30-44 mL/min.
Stadium IV adalah kerusakan parah dengan GFR 15-29 mL/min, sementara Stadium V menandakan ginjal hampir atau sudah berhenti berfungsi sepenuhnya.
>>> Kemenkeu Cekal Tyo Nugros Terkait Pengurusan Piutang Negara
Pasien pada stadium akhir memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.
Gejala dan Faktor Risiko
Gejala kerusakan ginjal sering tidak muncul pada fase awal.
Namun, seiring memburuknya kondisi, penderita dapat mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, tubuh lemas, penurunan nafsu makan, sesak napas, dan urine berbusa.
Pembengkakan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, dan mata, serta kulit kering, gatal, menggelap, mati rasa, hingga kram otot juga menjadi indikasi klinis lainnya.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa konsumsi minuman manis berlebihan meningkatkan risiko gangguan ginjal.
Kandungan gula tinggi dapat memicu obesitas, resistensi insulin, diabetes, dan hipertensi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronis.
Kemenkes mengimbau masyarakat membatasi konsumsi gula maksimal 50 gram atau empat sendok makan per hari sesuai anjuran WHO.
>>> Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat
Deteksi dini juga penting karena banyak kasus baru diketahui saat pasien sudah harus menjalani cuci darah akibat komplikasi yang tidak terkontrol.
Update Terbaru
AS Serang Reservoir Air Iran, Eskalasi Militer di Selat Hormuz Kembali Meningkat
Kamis / 11-06-2026, 08:32 WIB
Garena Rilis Puluhan Kode Redeem Free Fire Aktif Per 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 08:32 WIB
Timnas Spanyol Siapkan Rencana Bertahap untuk Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 08:31 WIB
IHSG Berpeluang Menguji Level Psikologis 6.000 pada Kamis Ini
Kamis / 11-06-2026, 08:31 WIB
IHSG Berpotensi Menguat ke Level 6.000 pada Perdagangan Kamis
Kamis / 11-06-2026, 08:28 WIB
McLaren 765LT Spider Hangus Terbakar di Michigan, Dilelang dengan Harga Tinggi
Kamis / 11-06-2026, 08:26 WIB
Suzuki Fronx Sport Meluncur di Malaysia, Ini Alasan Tidak Dijual di Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 08:26 WIB
Suzuki Malaysia Luncurkan Fronx Sport Buatan Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 08:25 WIB
Tim Ilmuwan Internasional Teliti Ulang DNA Purba di Liang Bua
Kamis / 11-06-2026, 08:25 WIB
Harga Logam Dasar Melemah Akibat Ketegangan Timur Tengah dan Suku Bunga AS
Kamis / 11-06-2026, 08:25 WIB
Kanada Nyatakan Kesiapan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 08:24 WIB
Ketegangan Geopolitik Ubah Pola Investasi, Obligasi Tak Lagi Aman
Kamis / 11-06-2026, 08:24 WIB
Beratnya Ujian WNI yang Naik Kendaraan Pribadi
Kamis / 11-06-2026, 08:21 WIB
Montir Solo Ungkap Komponen Motor Listrik yang Paling Sering Rusak
Kamis / 11-06-2026, 08:21 WIB






