"Unfortunately, our world is, you know, a very aggressive world, and security goes above everything," tukas Infantino.

Ia meminta semua pihak menghormati keputusan kepolisian dan pemerintah setempat karena FIFA bukanlah lembaga politik global.

"You need to respect the decisions which are taken, and when I say to chill, I don't mean to chill and do nothing," jelasnya.

Infantino menekankan status organisasi yang dipimpinnya hanya bergerak di bidang olahraga dengan kemampuan terbatas.

>>> Mario Suryo Aji Jaga Kebugaran Fisik dengan Latihan Pilates

"We need to respect that we are not the kings of the world who can rule over governments and police forces," tuturnya.

Ia menjamin kehadiran tim nasional luar negeri tetap diupayakan maksimal agar kompetisi berjalan adil.

"We are a sports organisation. We try to do our best with the means that we have," ucapnya.

Iran dan Tiket

Mengenai timnas Iran yang diwajibkan keluar-masuk wilayah Amerika Serikat dalam waktu 24 jam untuk setiap pertandingan fase grup, Infantino mengklaim hal tersebut sebagai keberhasilan diplomasinya.

"When people were saying it would be impossible for Iran to come to the World Cup, I promised them that they would come," klaimnya.

Dirinya meragukan ada pihak lain yang mampu meloloskan timnas Iran di tengah hambatan geopolitik yang begitu ketat.

"I don't know who else would have been able to ensure in these circumstances - which we could not influence - Iran could come and play," sebutnya.

Selain masalah imigrasi, Infantino juga membela struktur harga tiket di pasar Amerika Utara yang memicu penyelidikan dari Jaksa Agung sejumlah negara bagian seperti California, New Jersey, New York, dan Texas.