Presiden FIFA Gianni Infantino menanggapi berbagai kontroversi terkait kebijakan imigrasi Amerika Serikat dalam konferensi pers di Stadion Azteca, Rabu (10/6/2026).

Sejumlah insiden diplomatik mewarnai persiapan turnamen, termasuk penolakan visa bagi wasit asal Somalia Omar Artan dan pembatasan ketat bagi delegasi serta tim nasional Iran yang harus bermarkas di Meksiko.

>>> Mengenal Fungsi Factory Reset HP dan Waktu Tepat untuk Melakukannya

Infantino menyatakan pihak federasi tidak memiliki kendali penuh atas kebijakan hukum dan keamanan yang diterapkan oleh pemerintah domestik negara tuan rumah.

"Just, you know, chill, relax," kata Infantino di tengah kritik tajam mengenai hilangnya kesempatan bagi wasit terbaik Afrika untuk memimpin pertandingan di level tertinggi sepak bola dunia.

"It is unfortunate what happened to the referee from Somalia," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kendali penuh tidak berada di tangan organisasi yang dipimpinnya meski komunikasi tetap diupayakan.

"But again, we don't control everything," cetus Infantino.

Menurut Infantino, dialog dan diskusi akan terus dilakukan untuk menyikapi dinamika yang berkembang selama turnamen berlangsung.

"We try, we'll discuss, we'll speak, we'll see. Maybe sometimes it's good as well to just, you know, chill, relax," katanya.

Perbandingan dengan Negara Lain

Ketika dicecar mengenai kendala visa yang juga merugikan suporter serta delegasi tim, Infantino membandingkannya dengan potensi penolakan serupa di masa depan oleh negara lain.

"Would you find it normal that Fifa would dictate to the British government who to let in the country and who not to let in the country?"

tanyanya.

Ia menegaskan situasi dunia saat ini sangat agresif dan menempatkan sektor keamanan sebagai prioritas paling utama di atas agenda olahraga.