Kementerian Luar Negeri Brazil menolak permohonan visa dua pejabat senior Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (24/7/2026).

Kedua pejabat itu adalah Asisten Menteri Riley M. Barnes dan Wakil Asisten Menteri Samuel Samson.

>>> Brazil Tolak Visa Dua Pejabat AS Jelang Pemilu

Mereka berencana mengunjungi Brasilia pada 27-30 Juli untuk membahas masalah diplomatik rutin.

Pemerintah Brazil beralasan penolakan visa didasari kekhawatiran akan campur tangan dalam pemilu presiden 4 Oktober mendatang.

Intelijen Brazil menemukan bukti upaya mengeksploitasi proses pemilu dan merusak kepercayaan terhadap sistem voting elektronik.

AS Bantah Tuduhan

Departemen Luar Negeri AS membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan.

>>> PS5 Slim: Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Aksesoris Pendukung

Washington menegaskan kunjungan itu hanya untuk membahas integritas pemilu, kebebasan beragama, dan kebebasan berekspresi.

Ketegangan diplomatik ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik dan ekonomi antara kedua negara.

AS baru saja menaikkan tarif hingga 37,5 persen untuk ribuan produk ekspor Brazil dan menetapkan dua kelompok kriminal Brazil sebagai organisasi teroris asing.

Pemilu Oktober mendatang mempertemukan Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva dengan Senator Flávio Bolsonaro.

>>> Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair, Ini Jadwal dan Cara Cek

Flávio Bolsonaro resmi dicalonkan Partai Liberal pada Sabtu (25/7/2026) di São Paulo.