Di sisi lain, sektor industri mencatatkan kinerja terburuk dengan penurunan mencapai 3,4%. Kejatuhan ini dipicu oleh merosotnya saham perusahaan logistik seperti XPO, J.

B. Hunt, dan Old Dominion setelah Amazon mengumumkan ekspansi layanan angkutan barang less-than-truckload di AS.

Data Inflasi dan Pergerakan Saham Korporasi

Dari sektor makroekonomi, pelaku pasar terus mengamati perkembangan data inflasi domestik AS.

Indeks Harga Konsumen AS untuk Mei 2026 dilaporkan melonjak 4,2% secara tahunan, menjadi kenaikan tertinggi sejak April 2023.

Lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah menjadi pemicu utama kenaikan inflasi.

Meski sesuai perkiraan, pelaku pasar kini memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan minimal satu kali sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.

Kendati demikian, bank sentral AS diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan moneter di bulan Juni.

Untuk pergerakan saham korporasi, saham Super Micro Computer anjlok 28% setelah mengumumkan rencana penghimpunan dana senilai US$ 7 miliar lewat penerbitan saham baru untuk mendukung kebutuhan komponen server kecerdasan buatan.

Saham Oracle terkoreksi sekitar 1% pada sesi perdagangan setelah penutupan pasar menyusul rilis laporan keuangan terbaru.

Sejumlah analis melihat adanya tren rotasi modal keluar dari saham teknologi berkapitalisasi besar.

>>> Piala Dunia 2026 Gelar Pembukaan Serentak di Tiga Negara

Aliran dana tersebut mulai masuk ke sektor yang sebelumnya tertinggal seperti kesehatan, properti, dan barang konsumsi primer.