PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) memastikan akan mempertahankan strategi penghimpunan dana secara pruden menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan bahwa perseroan senantiasa mencermati pergerakan suku bunga acuan ke depan untuk menetapkan suku bunga simpanan.

>>> AS Siapkan Serangan Militer ke Fasilitas Penting Iran

Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi indikator makroekonomi, kondisi pasar terkait permintaan dan penawaran, hingga situasi likuiditas perbankan dari sisi kredit maupun deposito.

"Dalam menentukan suku bunga simpanan, BCA senantiasa mencermati perkembangan suku bunga acuan ke depan, parameter makroekonomi lain, situasi pasar mencakup permintaan dan penawaran yang ada, serta kondisi likuiditas perbankan baik dari sisi kredit maupun deposito," ujar Hera kepada Bisnis, Selasa (10/6/2026).

Hera menambahkan, biaya dana atau cost of fund perseroan hingga kini masih terjaga berkat keunggulan dalam perbankan transaksi.

Hal tersebut didorong oleh porsi CASA yang tinggi pada struktur dana pihak ketiga (DPK).

Hingga Maret 2026, CASA BCA menembus angka Rp1.089 triliun, mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,2% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Angka capaian tersebut mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK perseroan.

>>> Piala Dunia 2026 Gelar Pembukaan Serentak di Tiga Negara

"Cost of fund BCA relatif terjaga sehubungan dengan keunggulan perbankan transaksi yang dimiliki BCA. Per Maret 2026, CASA BCA mencapai Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2% YoY.

Alhasil, porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK. Strategi ini diharapkan dapat mendukung stabilitas CoF secara prudent," tulis manajemen.

Menghadapi periode mendatang, BCA optimistis mampu menjaga komposisi pendanaan yang kuat dan sehat melalui ketersediaan produk serta layanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di samping itu, BCA menegaskan komitmen untuk menyalurkan pembiayaan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas.

"Ditopang likuiditas yang memadai, BCA berkomitmen menyalurkan kredit yang berkualitas ke berbagai segmen dan sektor secara pruden, sekaligus mempertimbangkan prinsip-prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko disiplin," kata Hera.

Langkah Bank Indonesia yang kembali mengerek suku bunga acuan turut memicu dinamika baru mengenai arah bunga kredit perbankan ke depan.

>>> AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Runtuh

Lewat rilis resmi yang keluar pada Selasa (9/6/2026), bank sentral telah menetapkan BI Rate berada di level 5,50%, diikuti suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan Lending Facility pada posisi 6,25%.