Nusa Network Prakarsa Dorong Perubahan Paradigma Keamanan Siber Perusahaan
Transformasi digital yang masif membawa tantangan baru bagi sektor usaha. Ancaman siber kini menjadi risiko terbesar yang dapat melumpuhkan operasional perusahaan dalam waktu singkat.
Risiko digital seperti phishing, ransomware, dan kebocoran data sensitif semakin kompleks dan sulit diprediksi. Direktur PT Nusa Network Prakarsa, Edward, menekankan perlunya perubahan sudut pandang terhadap perlindungan digital.
>>> Ketegangan Timur Tengah Paksa Pertemuan ICANN87 Relokasi ke Bali
"Keamanan siber sudah menjadi bagian inti dari strategi bisnis. Perusahaan yang tidak siap akan sangat rentan terhadap gangguan operasional dan kerugian data yang fatal," ujar Edward.
Sebagai integrator sistem, PT Nusa Network Prakarsa berperan mengintegrasikan berbagai solusi teknologi menjadi satu ekosistem yang efisien.
Integrasi yang kokoh menjadi kunci menutup celah keamanan dari vendor yang terfragmentasi.
Lima Langkah Krusial Perkuat Pertahanan Digital
Pertama, memperketat kebijakan keamanan data.
Perusahaan wajib menyusun regulasi internal mengenai hak akses data, penggunaan perangkat kerja, dan manajemen kata sandi yang ditaati seluruh elemen organisasi.
Kedua, menerapkan sistem keamanan berlapis. Pendekatan defense-in-depth yang mengombinasikan firewall, antivirus, endpoint protection, dan Multi-Factor Authentication (MFA) sangat dibutuhkan.
>>> Nvidia RTX Spark Siap Tantang Dominasi Chip Laptop Qualcomm Snapdragon X2
Ketiga, melakukan pembaruan sistem dan patching berkala. Kerentanan pada perangkat lunak lama sering menjadi pintu masuk peretas, sehingga pembaruan rutin efektif menutup celah keamanan.
Keempat, edukasi dan kesadaran karyawan.
Human error masih menjadi pemicu utama kebocoran data, sehingga investasi pelatihan mitigasi email mencurigakan dan praktik digital aman sangat penting.
Kelima, monitoring dan deteksi real-time. Sistem yang memantau aktivitas mencurigakan 24 jam penuh memudahkan tim IT merespons serangan sebelum kerusakan meluas.
Edward mengingatkan bahwa strategi perlindungan siber harus proaktif, bukan reaktif. Mengembangkan sistem tangguh bukan sekadar bertahan, melainkan tentang kompetensi mendeteksi dan merespons ancaman secara cepat.
"Keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama.
>>> Agibot Ekspansi ke Indonesia, Gandeng Denka Pratama Sediakan Robot Humanoid
Perusahaan yang mampu mengelola risiko dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat di pasar," kata Edward.
Update Terbaru
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 27 Juli - 2 Agustus 2026
Minggu / 26-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 27 Juli - 2 Agustus 2026
Minggu / 26-07-2026, 04:00 WIB
Harga Porsche 911 Bekas Turun Rp 224 Juta, Mobil Listrik Bekas Justru Naik
Minggu / 26-07-2026, 03:49 WIB
AS dan Negara Mitra Tenggelamkan Dua Kapal Angkatan Laut Pensiunan dalam Latihan RIMPAC
Minggu / 26-07-2026, 03:46 WIB
Bea Cukai Uzbekistan dan China Perluas Kerja Sama Langsung
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Mike Vrabel Buka Kamp Latihan Patriots, Fokus ke Musim Baru
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Tigers Incar Kemenangan Seri dengan Casey Mize di Gundukan
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
San Pedro FC Pindahkan Laga Debut ke Stadion Marquesa Akibat Sertifikasi Tertunda
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Podcaster Ramal Karier Dianna Russini sebagai Insider NFL Berakhir
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
BCA Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Ini Posisi dan Syaratnya
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Pura-pura Dibegal demi Klaim Asuransi, Pria di Jakbar Tusuk Tangan Sendiri
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Kronologi Juru Bicara IKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal di Rusun ASN
Minggu / 26-07-2026, 03:42 WIB
Lokasi Semua Skull dan Terminal di Level Pertama Halo Campaign Evolved
Minggu / 26-07-2026, 03:40 WIB
Sega Janjikan Perayaan 30 Tahun Persona yang Meriah Setelah Pengungkapan Persona 6
Minggu / 26-07-2026, 03:40 WIB







