>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,50% untuk Jaga Rupiah

Jadi pemerintah mengurangi beban APBN dengan menaikkan harga RON 92," kata Robert.

Dampak Sosial Ekonomi

Robert memperkirakan dampak sosial ekonomi dari kenaikan Pertamax tidak akan sebesar jika pemerintah menaikkan harga Pertalite atau Solar.

Pasalnya, pengguna Pertamax ataupun BBM nonsubsidi lainnya umumnya berasal dari kelompok masyarakat menengah dan pemilik kendaraan mewah.

"Saya kira dampaknya tidak terlalu besar. Sebagian besar masyarakat menengah ke bawah sudah menggunakan Pertalite.

Karena itu saya yakin pengaruhnya tidak terlalu signifikan. Pertamax atau RON 92 umumnya digunakan oleh kendaraan-kendaraan yang lebih baru," ujar Robert.

Sementara itu, Fahmy memberikan catatan penting bahwa pemerintah harus bisa mengendalikan potensi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite yang masih dijual dengan harga Rp 10.000 per liter.

Menurutnya, dampak kenaikan BBM Pertamax dapat membuat disparitas harga yang semakin lebar dengan Pertalite yang merupakan BBM subsidi.

Hal ini dikhawatirkan dapat mendorong sebagian pengguna Pertamax beralih ke BBM subsidi.

>>> IHSG Melejit 2,71 Persen ke Level 5.902,37 pada 10 Juni 2026

"Karena itu, pemerintah perlu memperkuat regulasi dan pengawasan agar subsidi energi tetap tepat sasaran dan tujuan penghematan fiskal dapat tercapai," beber Fahmy.