Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Muslim untuk memperkuat persaudaraan di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Menurutnya, momentum ini menjadi sarana merefleksikan diri dan memperkokoh ikatan sosial di masyarakat.

>>> Produksi Minyak OPEC Anjlok ke Level Terendah dalam Dua Dekade

Nasaruddin menekankan bahwa esensi hijrah tidak hanya perpindahan fisik, tetapi juga perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

Ia menilai ukuran keberagamaan seseorang dapat dilihat dari kepeduliannya terhadap sesama.

"Kalau kita mau mengukur apakah kita beragama atau tidak, lihatlah seberapa besar rasa cinta kita terhadap sesama," ujarnya.

Kasih Sayang sebagai Fondasi Utama

Nasaruddin menjelaskan bahwa inti ajaran agama bertumpu pada kasih sayang, yang bersumber dari sifat Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

>>> Tiga Proyek Sampah Jadi Listrik Resmi Masuk PSN

Penerapan nilai ini diyakini mampu mendatangkan ketenteraman, kedamaian, serta kebahagiaan kolektif.

Agama Bukan Alat Perpecahan

Menteri Agama memperingatkan agar sentimen keagamaan tidak disalahgunakan untuk memicu konflik.

Agama dilarang menjadi alat penyebar kebencian atau pemecah persatuan bangsa.

"Kalau ada orang berbicara tentang agama tetapi mengumbar kebencian, maka sesungguhnya ia sedang menjauh dari substansi ajaran agama itu sendiri," katanya.

>>> Bungaran Saragih: Industri Sawit Masuki Era Transformasi Baru

Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk konsisten menebarkan kedamaian dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.