"Namun, kami tidak melakukan akumulasi secara agresif.

>>> Pemerintah Salurkan Gaji ke-13 ASN 2026 Sebesar Rp15,2 Triliun

Strategi yang kami terapkan adalah tactical asset allocation secara bertahap, dengan fokus pada saham-saham yang mampu memberikan dividen yield stabil," kata Budi.

Langkah penataan alokasi aset dilakukan secara dinamis mengacu pada batas target Arahan Investasi serta ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami melakukan rebalancing portofolio secara berkala. Di satu sisi, kami memanfaatkan momentum koreksi untuk masuk secara selektif pada saham-saham berfundamental kuat," tuturnya.

Langkah mitigasi risiko volatilitas juga diterapkan dengan menempatkan dana pada instrumen pendapatan tetap yang menawarkan yield kompetitif.

"Secara keseluruhan, porsi saham dijaga tetap proporsional dan berada dalam tingkat risiko yang dapat ditoleransi," kata dia.

Faktor Risk Premium dan Strategi Portofolio

CEO Pinnacle Investment Guntur Putra berpandangan lain mengenai koreksi pasar saham tanah air.

Menurutnya, koreksi dipicu oleh peningkatan risk premium, bukan sekadar masalah valuasi semata.

Guntur menilai prediktabilitas struktural dan konsistensi kebijakan menjadi poin utama yang dicari oleh para pelaku pasar saat menghadapi volatilitas yang tinggi.

"Dari sisi pengelolaan portofolio, kami tidak mengambil pendekatan ekstrem dengan sepenuhnya keluar dari pasar maupun secara agresif melakukan akumulasi," kata Guntur.

Pinnacle Investment condong menerapkan pendekatan defensif dan selektif dalam menyikapi peluang pada saham berfundamental kuat dengan valuasi menarik.

"Namun kami belum melihat kondisi yang mendukung untuk melakukan pembelian secara luas di seluruh sektor dengan penerapan strategi kuantitatif, fokus kami adalah pemilihan strategi portofolio secara sistematis," ucapnya.

Pihaknya menegaskan pergerakan portofolio didasarkan pada analisis kuantitatif dan fundamental, bukan sekadar mengikuti arus modal asing.

"Jika koreksi pasar terus berlanjut dan valuasi semakin menarik, kami siap meningkatkan eksposur secara bertahap.

>>> ANTM Bagikan Dividen Tunai Rp 5,05 Triliun, Yield 7,63%

Namun untuk saat ini, menjaga disiplin investasi, tingkat likuiditas, manajemen risiko, dan fleksibilitas portofolio tetap menjadi prioritas utama," kata Guntur.