Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan sebesar 404 poin pada perdagangan Rabu (10/6/2026).

Penguatan ini berjalan beriringan dengan gairah saham-saham berkapitalisasi besar di pasar modal.

>>> Ibrahim Maza Yakin Aljazair Kalahkan Argentina di Piala Dunia 2026

Investor domestik membukukan aksi pembelian mencapai Rp20,15 triliun, sedangkan nilai penjualan berada di angka Rp17,02 triliun.

Kondisi tersebut menghasilkan catatan net buy investor domestik sekitar Rp3,21 triliun.

Sektor saham berkapitalisasi besar mencatat lompatan tinggi, seperti BBCA yang melesat 9,71% menuju level Rp5.650 per saham dalam satu hari perdagangan.

Langkah ini diikuti saham TLKM yang melonjak 7,25% ke posisi Rp2.810 per saham, serta saham BREN yang naik 3,18% ke angka Rp4.220 per saham.

Di sisi lain, kebijakan baru datang dari sektor energi.

Pertamina resmi menaikkan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026).

Respons Pelaku Pasar terhadap Kenaikan IHSG

Institutional Business Development MNC Sekuritas Niko Margaronis menilai pergerakan ini sebagai sinyal positif.

Hal tersebut merefleksikan peningkatan kepercayaan investor lokal terhadap saham-saham yang berkualitas serta likuid.

"Suku bunga yang lebih tinggi umumnya kurang baik bagi saham, tetapi rupiah yang lemah juga bukan kondisi yang ideal.

Meski demikian, secara keseluruhan valuasi IHSG saat ini masih sangat murah," ucapnya.

Menyikapi fluktuasi pasar, Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menegaskan bahwa pihaknya tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian.

Orientasi investasi institusi tersebut tetap diarahkan untuk jangka panjang.

Budi Sutrisno berpendapat bahwa koreksi harga pada saham berfundamental kokoh dengan likuiditas tinggi justru memicu kesempatan akumulasi karena valuasinya menjadi lebih terjangkau.