Jagat media sosial kembali dibuat panas. Belum lama ini publik dihebohkan dengan pernyataan kontroversialnya mengenai nilai manusia yang diukur dari materi, kini influencer Endang Yustika kembali menjadi buah bibir.
 
Melalui sebuah video yang beredar luas pada Minggu (26/7/2026), Endang melontarkan pernyataan tajam yang menyasar pengguna platform berbasis teks, Threads. Ia secara terbuka menyebut "Warga Threads" sebagai kelompok yang toxic, pengangguran, hingga tidak memiliki kehidupan keluarga yang bahagia.
 
Tak pelak, pernyataan yang dinilai sebagai bentuk elitisme dan generalisasi ini langsung memicu amarah warganet. Kolom komentar dan berbagai forum diskusi seketika dibanjiri kritik pedas.
 
Lantas, apa yang sebenarnya membuat Endang Yustika begitu "alergi" terhadap pengguna Threads? Simak ulasan lengkap kronologi dan fakta di baliknya berikut ini.
 

Deklarasi "Dendam" pada Warga Threads

Dalam video yang diunggahnya, Endang awalnya mencoba membangun citra bahwa dirinya adalah pribadi yang pemaaf. Ia mengklaim tidak pernah menyimpan dendam kepada siapa pun atas berbagai hujatan yang ia terima. Namun, narasi tersebut berubah 180 derajat ketika ia menyebut satu nama platform media sosial.
 
"Aku tuh gak pernah dendam sama siapa pun, kecuali warga Threads. Tempat paling toxic di muka Bumi ini adalah Threads, walaupun ada positifnya," ujar Endang dalam video yang dikutip, Minggu (26/7/2026).
 
Pernyataan ini sontak menjadi blunder tersendiri. Alih-alih meredam kritik, kata-katanya justru seperti menyiramkan bensin ke dalam api perseteruan antara dirinya dan komunitas pengguna Threads yang dikenal kritis dan vokal.
 

Alasan Klasik: Surga Gosip dan Julid

Menurut Endang, kebenciannya terhadap platform berslogan "Where the world talks" ini beralasan. Ia menuding Threads telah bermetamorfosis menjadi sarang gosip yang tidak sehat. Dalam pandangannya, pengguna Threads gemar menghabiskan waktu untuk membicarakan kehidupan pribadi orang lain, mulai dari selebritas hingga sesama influencer.
 
"I mean, soalnya di sana tuh siapa saja jadi bahan omongan. Hari ini mereka ngomongin artis, besoknya ngomongin influencer. Luar biasa, semua orang diomongin," ungkapnya dengan nada kesal.
 
Bagi Endang, budaya kritik dan diskusi teks yang berkembang di Threads bukanlah bentuk kebebasan berpendapat, melainkan ajang "julid" massal yang tidak memiliki dasar etika.