Generalisasi Kontroversial: Orang Sukses Tidak Main Threads

Tak berhenti menyinggung soal budaya gosip, Endang kemudian melontarkan generalisasi yang jauh lebih kontroversial. Ia mengaitkan aktivitas seseorang di Threads dengan status sosial, ekonomi, dan kebahagiaan dalam rumah tangga.
 
Endang berdalih, orang-orang yang aktif berkomentar miring di platform tersebut adalah mereka yang gagal dalam kehidupan nyata.
 
"Itu tuh circle orang-orang gak happy, gak punya kerjaan, gak punya uang, dan bisa dibilang gak punya identitas," ucapnya tegas.
 
Lebih lanjut, Endang membangun argumen bahwa individu yang memiliki latar belakang pendidikan mumpuni, karier yang mapan, serta kehidupan keluarga yang harmonis, tidak akan pernah mau "mencemplungkan diri" ke dalam lingkungan digital seperti Threads.
 
"Karena kalau orang punya background pendidikan, pekerjaan, suaminya berkecukupan, keluarga bahagia, dia gak akan ngumpul di lingkungan tersebut," lanjutnya.
 

Netizen Murka: Serangan Balik dari Warga Threads

Pernyataan Endang ini langsung menjadi "timah panas" bagi dirinya sendiri. Warganet, khususnya pengguna Threads, langsung melakukan serangan balik secara terorganisir. Mereka menilai pernyataan Endang tidak hanya merendahkan martabat orang lain, tetapi juga menunjukkan arogansi seorang influencer yang terputus dari realitas sosial.
 
Banyak warganet yang menyoroti ironi dari pernyataan Endang. Mereka menilai bahwa mengukur kebahagiaan dan kesuksesan seseorang hanya dari platform media sosial yang mereka gunakan adalah sebuah kesesatan berpikir (logical fallacy).
 
"Kerjaannya ngatain orang gak punya uang, sekarang ngatain orang gak punya kerjaan. Ini influencer atau tukang vonis?" tulis salah satu warganet yang screenshot pernyataannya dan viral di berbagai platform.
 
Banyak juga yang mengingatkan bahwa Threads adalah ruang publik. Kritis terhadap seorang influencer yang dianggap memberikan pesan menyesat—seperti pernyataan "orang tak punya uang tidak bernilai"—adalah bentuk literasi digital, bukan sekadar "toxic".