Geger! Influencer Endang Yustika Sebut Warga Threads Toxic dan Pengangguran, Netizen Murka: Elitisme Berlebih!
Ukuran Teks
Generalisasi Kontroversial: Orang Sukses Tidak Main Threads
Tak berhenti menyinggung soal budaya gosip, Endang kemudian melontarkan generalisasi yang jauh lebih kontroversial. Ia mengaitkan aktivitas seseorang di Threads dengan status sosial, ekonomi, dan kebahagiaan dalam rumah tangga.
Endang berdalih, orang-orang yang aktif berkomentar miring di platform tersebut adalah mereka yang gagal dalam kehidupan nyata.
"Itu tuh circle orang-orang gak happy, gak punya kerjaan, gak punya uang, dan bisa dibilang gak punya identitas," ucapnya tegas.
Lebih lanjut, Endang membangun argumen bahwa individu yang memiliki latar belakang pendidikan mumpuni, karier yang mapan, serta kehidupan keluarga yang harmonis, tidak akan pernah mau "mencemplungkan diri" ke dalam lingkungan digital seperti Threads.
"Karena kalau orang punya background pendidikan, pekerjaan, suaminya berkecukupan, keluarga bahagia, dia gak akan ngumpul di lingkungan tersebut," lanjutnya.
Netizen Murka: Serangan Balik dari Warga Threads
Pernyataan Endang ini langsung menjadi "timah panas" bagi dirinya sendiri. Warganet, khususnya pengguna Threads, langsung melakukan serangan balik secara terorganisir. Mereka menilai pernyataan Endang tidak hanya merendahkan martabat orang lain, tetapi juga menunjukkan arogansi seorang influencer yang terputus dari realitas sosial.
Banyak warganet yang menyoroti ironi dari pernyataan Endang. Mereka menilai bahwa mengukur kebahagiaan dan kesuksesan seseorang hanya dari platform media sosial yang mereka gunakan adalah sebuah kesesatan berpikir (logical fallacy).
"Kerjaannya ngatain orang gak punya uang, sekarang ngatain orang gak punya kerjaan. Ini influencer atau tukang vonis?" tulis salah satu warganet yang screenshot pernyataannya dan viral di berbagai platform.
Banyak juga yang mengingatkan bahwa Threads adalah ruang publik. Kritis terhadap seorang influencer yang dianggap memberikan pesan menyesat—seperti pernyataan "orang tak punya uang tidak bernilai"—adalah bentuk literasi digital, bukan sekadar "toxic".
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
TOP 45 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 27 Juli 2026 ada Asmara Gen Z yang Kembali Turun
Minggu / 26-07-2026, 14:46 WIB
KonoSuba Season 4 Umumkan Staf dan Jadwal Tayang 2027
Minggu / 26-07-2026, 14:42 WIB
Islam Dulatov Mundur dari UFC Abu Dhabi karena Sakit
Minggu / 26-07-2026, 14:42 WIB
Jennifer Connelly Dikira Demi Moore di Bandara, Paspor pun Tak Dipercaya
Minggu / 26-07-2026, 14:42 WIB
Siapa Suami Nabila Gardena? Sosok Selebgram yang Viral Usai Isu Korupsi Sang Mertua Terkuak
Minggu / 26-07-2026, 14:37 WIB
Profil Nabila Gardena: Selebgram dan Pengusaha yang Jadi Sorotan Netizen Terkait Kasus Korupsi Mertuanya, Alwin Albar
Minggu / 26-07-2026, 14:36 WIB
Yadea GT80: Motor Listrik Touring dengan Fitur Canggih dan Jarak Tempuh 190 Km
Minggu / 26-07-2026, 14:35 WIB
Adaptasi Film The Long Walk Ubah Alur dan Akhir Cerita Novel Stephen King
Minggu / 26-07-2026, 14:28 WIB
Brazil Tolak Visa Dua Pejabat AS Jelang Pemilu Presiden
Minggu / 26-07-2026, 14:28 WIB
Brazil Tolak Visa Dua Pejabat AS Jelang Pemilu
Minggu / 26-07-2026, 14:28 WIB
PS5 Slim: Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Aksesoris Pendukung
Minggu / 26-07-2026, 14:21 WIB
Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Juli 2026 Mulai Cair, Ini Jadwal dan Cara Cek
Minggu / 26-07-2026, 14:21 WIB







