Saat ini, seluruh anggota koperasi mengelola sekitar 40 unit perahu kecil dan 60 unit perahu sedang.

Kehadiran koperasi dinilai berkontribusi besar dalam menstimulasi ekonomi pesisir dan menjaga eksistensi usaha nelayan.

"Bantuan peralatan tangkap sangat membantu nelayan karena biaya operasional terus meningkat, sementara hasil tangkapan tidak selalu stabil," kata Robani.

Kombinasi tekanan ekonomi dan cuaca buruk mulai memicu pergeseran tenaga kerja di kawasan pesisir.

Sejumlah nelayan beralih profesi menjadi pekerja di sektor industri dan pabrik manufaktur yang berkembang di Banten.

Pekerjaan formal dinilai memberikan jaminan pendapatan yang lebih pasti, menyebabkan beberapa unit perahu tidak beroperasi optimal.

Menyikapi hal ini, koperasi mulai melirik peluang diversifikasi pendapatan melalui budidaya ikan dan peternakan saat aktivitas melaut terhambat cuaca ekstrem.

Ke depan, Wilmar berkomitmen terus membuka ruang komunikasi dengan warga dan koperasi untuk memetakan kebutuhan mendesak dan peluang pertumbuhan ekonomi.

>>> Komdigi: 90% Trafik Internet Indonesia Masih Bergantung pada Singapura

Penegasan komitmen tersebut diwujudkan dalam agenda seremonial penyerahan bantuan peralatan tangkap ikan bersama Koperasi Berkah Bahari Jaya pada pertengahan Mei lalu.