Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan percaya diri. Karakter tangguh ini perlu dilatih sejak dini melalui pola asuh yang tepat.

Ketangguhan atau resilience adalah kemampuan bangkit kembali setelah menghadapi tantangan dan masa sulit. Kemampuan ini juga mencakup adaptasi terhadap situasi sukar yang tidak bisa diubah.

>>> 7 Resep Bumbu Seblak Kuah Enak dan Gurih, Cocok untuk Coba di Rumah

Menurut psikolog Joseph Laino, PsyD, pengasuhan yang hangat, responsif, dan konsisten membantu anak mengembangkan regulasi emosi yang baik.

Rasa aman memberikan landasan stabil bagi anak untuk memandang hubungan sosial secara lebih terprediksi.

Berikut enam pola asuh yang dapat diterapkan orang tua untuk membentuk anak tangguh dan percaya diri.

1. Bangun Kelekatan yang Kuat

Kelekatan aman antara orang tua dan anak menjadi fondasi utama.

Orang tua dapat membangun kedekatan dengan menatap mata anak saat berkomunikasi, memvalidasi emosi mereka, dan konsisten dalam rutinitas sehari-hari.

Anak yang merasa aman cenderung lebih berani mengambil risiko positif sesuai usia mereka. Rasa aman ini juga menumbuhkan kepercayaan sehat pada diri sendiri maupun orang lain.

2. Tumbuhkan Growth Mindset

Growth mindset mengubah cara pandang anak terhadap tantangan menjadi peluang. Anak yang meyakini kemampuannya dapat berkembang melalui usaha akan lebih gigih setelah mengalami kegagalan.

>>> Psikolog Ungkap Ciri Kepribadian Orang yang Enggan Berbagi Makanan

Orang tua dapat menumbuhkan pola pikir ini dengan mengapresiasi proses, strategi, dan ketekunan, bukan sekadar bakat bawaan.

3. Beri Ruang untuk Menghadapi Kekecewaan

Intervensi orang tua yang terlalu cepat saat anak kesulitan justru menghambat perkembangan ketangguhan. Orang tua perlu menyeimbangkan antara memberi bantuan dan membiarkan anak berproses.