Saat anak kecewa, mulailah dengan empati melalui active listening. Setelah emosi mereda, ajak anak merefleksikan pengalaman dan mencari solusi bersama.

4. Jadilah Teladan yang Baik

Perilaku orang tua dalam merespons masalah menjadi contoh nyata bagi anak. Saat stres, orang tua bisa mengomunikasikan secara sehat bahwa mereka butuh waktu istirahat sebelum bangkit kembali.

5. Jaga Stabilitas Rutinitas

Ketangguhan juga ditopang oleh kebiasaan sehari-hari seperti tidur cukup, makan bergizi, dan olahraga teratur. Struktur rutinitas yang teratur memberikan rasa stabil, terutama di tengah perubahan.

6. Manfaatkan Permainan Kooperatif

Permainan seperti balok atau board game dapat melatih anak bergantian dan menghadapi kekalahan dalam lingkungan yang aman. Ini membantu anak belajar mengelola emosi dan beradaptasi.

>>> Umat Muslim Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Doa dan Dzikir

Seperti disampaikan Laino, kuncinya adalah menemukan keseimbangan dan mempelajari cara adaptif menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul.