Sikap enggan berbagi makanan sering dianggap pelit atau egois. Namun, psikolog dan sosiolog mengungkap bahwa kebiasaan ini memiliki makna yang lebih dalam.

Sebuah riset dari OpinionWay bersama HelloFresh pada Desember 2024 menunjukkan bahwa 40 persen masyarakat Prancis menolak memberikan makanan mereka untuk dicicipi pasangan.

>>> Umat Muslim Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Doa dan Dzikir

Ciri Kepribadian di Balik Keengganan Berbagi Makanan

Menurut dosen psikologi makanan Estelle Masson, makanan yang sudah tersaji di piring telah menjadi area privat. "Ada paradoks nyata di sini," katanya.

Ia menjelaskan bahwa ketika makanan sudah di piring, makanan itu menjadi milik individu. Beberapa orang merasa kehilangan hak jika dipaksa berbagi.

Kecemasan kekurangan porsi juga menjadi faktor. Kekhawatiran tidak kenyang membuat mereka enggan berbagi, yang sering berasal dari pola asuh atau trauma masa kecil.

>>> Kemenag Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026

"Individu tersebut tidak mendapatkan porsi penuhnya, meskipun telah ada kesepakatan di awal," ujar Estelle Masson.

Sikap mempertahankan makanan juga bisa menjadi bentuk tindakan naluriah untuk melindungi milik pribadi. Ini mencerminkan pendirian yang kokoh dan komitmen pada prinsip personal.

Sosiolog makanan Eric Birlouez menambahkan bahwa gaya makan kini lebih individual. "Setiap orang menginginkan sesuatu yang berbeda di piring mereka," katanya.

>>> Jadwal KA Dharmawangsa Ekspres Surabaya-Jakarta via Pantura

Pilihan menu di piring menjadi representasi identitas diri. Keengganan berbagi makanan adalah cara menunjukkan ketegasan atas prinsip hidup.