Tim dokter di Almaty Multidisciplinary Clinical Hospital, Kazakhstan, berhasil melakukan prosedur bedah langka. Mereka menggabungkan operasi caesar dengan pengangkatan enam tumor rahim pada seorang ibu berusia 35 tahun.

Pasien diketahui menderita fibroid rahim multipel sejak awal kehamilan. Ia dirujuk ke fasilitas khusus untuk penanganan intensif.

>>> Kuota Sekolah Maung 2026 Diperebutkan Puluhan Ribu Pendaftar

Operasi caesar terencana dilakukan saat usia kehamilan mencapai 37 minggu.

Setelah bayi lahir dengan selamat, ahli bedah melanjutkan dengan miomektomi untuk mengangkat enam tumor berukuran 4 hingga 10 sentimeter.

Prosedur gabungan ini berisiko tinggi menyebabkan pendarahan masif. Namun, kolaborasi tiga dokter spesialis obstetri dan ginekologi berhasil menyelamatkan rahim pasien tanpa perlu histerektomi.

Risiko Miomektomi Caesar

Miomektomi caesar adalah tindakan mengangkat tumor rahim saat operasi caesar.

>>> Shin Min Ah Mainkan Peran Kembar dalam Film Horor The Eyes

Menurut studi di Medical Journal Armed Forces India tahun 2016, prosedur ini tidak direkomendasikan kecuali dalam keadaan darurat.

Peningkatan aliran darah ke rahim selama kehamilan meningkatkan risiko komplikasi. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan hebat dan morbiditas perioperatif.

Penanganan fibroid pada kehamilan umumnya bersifat konservatif. Namun, pembedahan kadang diperlukan jika pengobatan konservatif gagal meredakan gejala.

>>> KPPI Hentikan Penyelidikan Safeguard Impor Logam karena Pemohon Pulih

Miomektomi idealnya dilakukan terpisah setelah operasi caesar. Pengecualian diberikan jika fibroid menyumbat jalan lahir sehingga persalinan tidak mungkin dilakukan tanpa pengangkatan tumor.