Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pertamax
Pemerintah tengah menyusun paket stimulus ekonomi untuk meredam dampak kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi.
Kebijakan ini menyusul keputusan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga yang menaikkan harga Pertamax sebesar 32,1 persen.
>>> Pemprov NTB Salurkan Gaji PPPK Rp23,35 Miliar Lewat BPR
Harga Pertamax kini menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter. Kenaikan mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026).
Stimulus Masih Dirumuskan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa formulasi stimulus masih dalam perumusan intensif. "Lagi disiapkan (stimulus), kalau sudah diputuskan baru dikasih tahu.
Lapor Presiden (Prabowo Subianto) dulu," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (10/6/2026).
Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga naik 31,78 persen menjadi Rp 17.000 per liter.
Sementara varian Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan harga.
Airlangga menyatakan pihak berwenang terus melakukan kalkulasi mendalam terhadap pergerakan inflasi nasional. "Dampak inflasi kan kita lihat dari transportasi dan harga.
>>> Iman dan Syukur Jadi Kunci Utama Kebahagiaan Keluarga Menurut Islam
Nah, kita monitor dulu," tuturnya.
Parlemen Soroti Dampak ke Masyarakat
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan pemerintah sedang memetakan klaster masyarakat paling terdampak. "Yang pasti biasanya masyarakat yang menggunakan Pertamax itu kan masyarakat-masyarakat yang berimpitan dengan Pertalite.
Nah, kita ingin memastikan apa sih yang mereka butuhkan sebagai stimulus," tuturnya.
Misbakhun menambahkan bahwa konsumsi Pertamax memiliki basis massa yang besar sehingga kalkulasi dampak inflasi menjadi sangat krusial. "Karena kan Pertamax ini kan lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat.
Bukan BBM industri yang biasanya memberikan tekanan yang paling berat itu kan adalah BBM," ujarnya.
Pemerintah sebelumnya sempat menangguhkan penyesuaian harga Pertamax saat varian nonsubsidi lain sudah naik lebih dulu. "Nanti akan kita lihat impact-nya seperti apa.
>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,50 Persen untuk Stabilkan Rupiah
Pemerintah sempat melakukan penundaan ketika Pertamax Plus dan Pertamax yang Turbo sudah dinaikkan, tetapi Pertamax-nya kan belum. Nah, sekarang Pertamax mulai dilakukan penyesuaian harga," tutur Misbakhun.
Update Terbaru
Dudung Abdurachman Bantah Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis
Rabu / 10-06-2026, 18:25 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina, BP, dan Vivo Naik per 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 18:25 WIB
Sinopsis The Humanity Bureau, Bioskop Trans TV 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 18:24 WIB
Prabowo Resmikan RSUD Krui, Targetkan Obat Generik Murah dalam Setahun
Rabu / 10-06-2026, 18:24 WIB
Pemerintah Pastikan Kewajiban Sertifikasi Halal Berlaku Oktober 2026
Rabu / 10-06-2026, 18:24 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Mudahkan Pencairan JHT Online Tanpa Paklaring
Rabu / 10-06-2026, 18:24 WIB
PLTGU Jawa 1 Gangguan Teknis, Listrik Bogor Padam
Rabu / 10-06-2026, 18:24 WIB
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Rabu / 10-06-2026, 18:20 WIB
Timnas Basket U18 Putra Indonesia Berangkat ke Kualifikasi Piala Asia
Rabu / 10-06-2026, 18:20 WIB
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina dan Swasta Kompak Naik per 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 18:16 WIB
BPOM Siapkan Relaksasi Regulasi untuk Jaga Stabilitas Harga Obat
Rabu / 10-06-2026, 18:16 WIB
Tim Medis Kloter PLM 12 Evaluasi Kesehatan Jemaah Haji di Madinah
Rabu / 10-06-2026, 18:16 WIB
Tiket BTS Jakarta 2026 Dijual Ulang hingga Tiga Kali Lipat Setelah Presale Ludes
Rabu / 10-06-2026, 18:14 WIB
Liga Inggris Musim Ini Selesai dengan Arsenal Juara, Agenda Beralih ke Laga Timnas
Rabu / 10-06-2026, 18:10 WIB






