Pemerintah Indonesia memperketat pengawasan layanan digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melaporkan bahwa hingga awal Juni 2026, sebanyak 175 produk, layanan, dan fitur (PLF) dari 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyerahkan laporan penilaian mandiri.

>>> 7 Kelebihan dan Kekurangan Lenovo Yoga Tab: Tablet AI dengan Chip Kencang dan Layar Ciamik

Platform digital populer yang telah melaporkan hasil penilaian antara lain Netflix, Disney+, HBO Max, Vidio, PUBG Online, Roblox, Mobile Legends, Valorant, Free Fire, Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, DANA, GoPay, Flip, dan ChatGPT.

Penilaian Berdasarkan Risiko bagi Anak

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan PP TUNAS telah berjalan tiga bulan sejak diterapkan pada akhir Maret 2026.

Setiap platform wajib melakukan evaluasi internal terhadap tingkat keamanan layanan bagi pengguna anak di bawah 16 tahun.

Penilaian mencakup risiko konten kekerasan dan pornografi, perundungan digital, interaksi dengan orang asing, kecanduan, serta kesiapan verifikasi usia dan fitur parental control.

Dokumen yang masuk akan diverifikasi dan dianalisis Kemkomdigi sebelum pemerintah menentukan kategori risiko masing-masing platform.

>>> Produksi Smartphone Global Kuartal I 2026 Turun 1,7 Persen

Meutya menjelaskan bahwa pendekatan berbasis risiko memerlukan waktu karena setiap risiko ditelaah satu per satu.

Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan kelayakan platform bagi kelompok usia tertentu atau kebutuhan perbaikan tambahan.

Indonesia Dorong Perubahan Platform, Bukan Larangan

Berbeda dengan negara lain yang menerapkan pembatasan ketat atau pelarangan akses media sosial bagi anak, Indonesia memilih pendekatan kolaboratif.

Pemerintah mendorong perusahaan teknologi melakukan perubahan nyata pada fitur dan tata kelola layanan demi keamanan anak.

>>> Stok Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Seluruh Kanal Resmi

Meutya menegaskan bahwa platform harus mau berubah menjadi lebih baik, termasuk fitur-fitur yang dibuat agar lebih aman bagi anak.