Produksi Smartphone Global Kuartal I 2026 Turun 1,7 Persen
Volume produksi smartphone global pada kuartal I-2026 (Januari-Maret) tercatat turun 1,7 persen secara year-on-year (YoY).
Laporan dari firma riset TrendForce menunjukkan total perangkat yang diproduksi mencapai 284 juta unit.
>>> Stok Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Seluruh Kanal Resmi
Samsung menempati posisi puncak dengan output 62,6 juta unit, tumbuh 7,6 persen dari kuartal sebelumnya dan naik 2,3 persen YoY.
Pertumbuhan Samsung didorong oleh ekspansi produksi lini flagship Galaxy S series terbaru.
Apple berada di urutan kedua dengan total produksi 60,2 juta unit, tumbuh 19,7 persen YoY berkat kehadiran model iPhone 17e.
TrendForce menilai Apple memiliki ketahanan lebih baik dalam menyerap kenaikan harga memori tanpa mengorbankan margin profit.
Oppo memproduksi 29,5 juta unit, Xiaomi 26 juta unit, dan Vivo 22 juta unit pada periode yang sama.
Ketiga merek ini menempati posisi ketiga hingga kelima dalam jajaran produsen smartphone terbesar dunia.
Meskipun pangsa pasar mereka sempat melesat, lonjakan harga memori kini mulai menekan profitabilitas.
>>> Samsung Siapkan Galaxy Tab Active 6, Tablet Tangguh 5G dengan Baterai Lepas Pasang
Transsion menempati peringkat keenam dengan volume produksi stabil 19,8 juta unit.
Produsen merek Tecno, Infinix, dan Itel ini menjadi yang paling rentan terhadap kenaikan harga memori karena margin tipis di segmen entry-level.
Proyeksi Penurunan Produksi Kuartal II-2026
Krisis harga komponen belum berdampak ekstrem pada kuartal I-2026 karena vendor masih mengandalkan stok memori lama.
Kondisi diprediksi berubah drastis pada kuartal II-2026 akibat menipisnya persediaan memori murah.
TrendForce memproyeksikan total produksi smartphone global akan anjlok 16,2 persen YoY pada triwulan kedua.
Merek premium menyiasati dengan mempertahankan harga jual atau memperluas cakupan pasar.
>>> Samsung Borong Tiga Penghargaan Perangkat Mobile Terbaik Selular Award 2026
Vendor China di segmen menengah ke bawah mulai menerapkan rencana manufaktur lebih konservatif akibat tekanan biaya dan persaingan dari Huawei.
Update Terbaru
Timnas U19 Indonesia Tantang Australia di Semifinal Piala AFF 2026
Rabu / 10-06-2026, 17:13 WIB
Dua Wakil Indonesia Melaju ke Babak Kedua Australian Open 2026
Rabu / 10-06-2026, 17:13 WIB
Mantan Eksekutif Honda Minta CEO Mundur, Mibe Bertahan
Rabu / 10-06-2026, 17:13 WIB
Jayamas Medica Industri Bagikan Dividen Tunai Rp110,4 Miliar
Rabu / 10-06-2026, 17:13 WIB
Jose Mourinho Segera Kembali ke Real Madrid, Benfica Resmi Lepas
Rabu / 10-06-2026, 17:12 WIB
Kenaikan BI Rate Berpotensi Dongkrak Klaim Perusahaan Penjaminan
Rabu / 10-06-2026, 17:12 WIB
Atletico Madrid Tolak Tawaran Real Madrid untuk Julian Alvarez
Rabu / 10-06-2026, 17:11 WIB
XLSmart Targetkan Sektor Enterprise Sumbang 20 Persen Pendapatan
Rabu / 10-06-2026, 17:10 WIB
Krisis Ekonomi Paksa Restoran Rekomendasi Michelin Climat Tutup Permanen
Rabu / 10-06-2026, 17:10 WIB
Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara: Keuntungan Strategis bagi Beijing dan Pyongyang
Rabu / 10-06-2026, 17:09 WIB
Prabowo Ingatkan Pengusaha HIPMI Patuhi Hukum, Manfaatkan AI untuk Transparansi
Rabu / 10-06-2026, 17:09 WIB
Krisna Mukti Ungkap Isi Unggahan Eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya
Rabu / 10-06-2026, 17:09 WIB
Telkom University Buka Pendaftaran Proyek Akademik IMPACT&EDU 2026
Rabu / 10-06-2026, 17:08 WIB
Kemenhaj Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,84 Triliun untuk RAPBN 2027
Rabu / 10-06-2026, 17:08 WIB






