Perusahaan teknologi global Yandex memperkenalkan solusi kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk industri telekomunikasi di Indonesia.

Inisiatif ini bertujuan membantu operator telekomunikasi mempercepat pengembangan layanan berbasis AI sekaligus mendukung transformasi digital nasional.

>>> Studi Ungkap Konten AI Kuasai Hampir 20 Persen Situs Web Baru

CEO Yandex Search International Alexander Popovskiy menilai operator telekomunikasi di Indonesia memiliki posisi strategis untuk memperluas pemanfaatan AI.

Menurutnya, operator didukung basis pengguna yang besar, merek terpercaya, serta infrastruktur yang matang.

"Hal ini menjadi fondasi penting dalam meluncurkan produk AI untuk skala nasional," ujar Alexander dalam siaran pers, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan lokal memungkinkan operator menghadirkan layanan AI yang lebih relevan dan personal.

Tingkat Adopsi AI di Indonesia Sangat Tinggi

Pemanfaatan AI telah menjadi bagian erat dari keseharian masyarakat Indonesia. Data Indonesia AI Report 2025 menunjukkan 97 persen responden telah menggunakan teknologi AI dalam aktivitas harian.

Teknologi ini paling sering dipakai untuk pencarian informasi (80 persen), komunikasi dan terjemahan (70 persen), serta membantu pekerjaan (68 persen).

Selain itu, AI digunakan untuk hiburan (60 persen), navigasi (49 persen), dan rekomendasi belanja (39 persen).

Survei juga mencatat chatbot AI generatif menjadi yang paling populer dengan tingkat penggunaan 83 persen.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia sudah mencapai 92 persen. Pemerintah pun menetapkan AI sebagai pilar utama penopang produktivitas nasional.

>>> Netizen Yakin Video Viral Benda Terbang di Area 51 adalah Jet Tempur F-47

Melihat tingginya adopsi tersebut, Alexander meyakini operator telekomunikasi dapat mengoptimalkan kapabilitas AI Yandex untuk memproduksi layanan sesuai preferensi konsumen domestik.