Internet kini terasa semakin seragam dan hampa. Fenomena itu bukan sekadar ilusi, melainkan realitas digital yang mulai terbukti secara ilmiah.

Riset dari Imperial College London, Stanford University, dan Internet Archive mengungkap fakta mengejutkan.

>>> Netizen Yakin Video Viral Benda Terbang di Area 51 adalah Jet Tempur F-47

Sebanyak 17,6 persen dari total situs web yang baru terbit saat ini sepenuhnya diproduksi oleh kecerdasan buatan (AI).

Data ini menjadi alat ukur konkret pertama untuk membuktikan spekulasi lama yang dikenal sebagai Dead Internet Theory.

Teori itu menyatakan bahwa isi internet modern lebih didominasi oleh bot dan mesin dibandingkan aktivitas manusia asli.

Penelitian ini memanfaatkan basis data Wayback Machine milik Internet Archive. Pemantauan dilakukan sejak akhir 2022, momentum awal popularitas ChatGPT, hingga pertengahan 2025.

Temuan ini memperkuat laporan lembaga keamanan lain mengenai lalu lintas siber global. Cloudflare mencatat pada September 2025 bahwa hampir sepertiga dari seluruh trafik internet digerakkan oleh bot otomatis.

CEO Cloudflare Matthew Prince menyatakan bahwa AI akan mengubah total metode penyebaran informasi secara online.

Kondisi itu juga berisiko memusatkan kontrol pengetahuan digital hanya pada beberapa korporasi teknologi raksasa.

Sebelumnya, laporan Imperva pada 2024 menunjukkan tren serupa.

Aktivitas otomatis di jagat maya resmi melampaui pergerakan manusia untuk pertama kalinya, menyumbang separuh dari lalu lintas web.

>>> JD.com Luncurkan Layanan Ambulans Robot untuk Dukung Purnajual

Dampak dan Manipulasi Konten di Lapangan

Pemanfaatan AI generatif di internet memicu ruang bagi tindakan manipulasi dan kejahatan digital.

Sejumlah pihak tidak bertanggung jawab menggunakan teknologi ini untuk membangun situs web palsu demi mengelabui korban.