Material rangka baja ringan banyak digunakan sebagai penyangga atap rumah karena tidak mudah berkarat. Namun, kondisi atap yang sering bocor dapat mengancam keamanan struktur tersebut.

Direktur Mortar Indonesia sekaligus praktisi konstruksi Taufiq Hidayat menjelaskan bahwa baja ringan dilapisi zincalume atau galvanis untuk melindungi dari korosi.

>>> Pertamina Luncurkan Kapal Pembersih Sampah Otomatis di Bali

Sifat dasar baja sangat rentan berkarat jika terpapar air.

Saat kebocoran terjadi, air merembes melalui celah atap dan mengalir ke rangka baja ringan atau langsung membasahi plafon.

Kelembapan tinggi ini berdampak buruk pada kualitas material penyangga.

Kerusakan Lapisan Pelindung Picu Karat

Kerusakan pada lapisan zincalume atau galvanis memicu munculnya karat pada baja ringan dalam waktu cepat.

Selain paparan air, faktor usia, pengelupasan, dan reaksi kimia juga bisa menurunkan kualitas lapisan pelindung.

>>> Harga BBM Pertamina 10 Juni 2026: Pertamax dan Pertamax Green 95 Naik Signifikan

"Kalau baja ringannya masih terlindungi, tanpa karat, tanpa cuaca, tanpa air.

Tapi kalau sudah rusak, kena air sedikit saja cepat merambat karatnya," kata Taufiq saat dihubungi detikcom pada Senin (8/6/2026).

Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, menyatakan hal serupa. Atap bocor menciptakan kelembapan dan merusak komponen pelindung rangka, sehingga timbul karat.

"Tadinya lembap dan lapisan pelindungnya rusak, jadi timbul karat. Bisa jadi rusak karena ada tetesan hujan juga," terangnya.

Rangka baja ringan yang sudah berkarat membawa risiko serius karena kekuatan strukturnya melemah.

>>> PT Menthobi Karyatama Raya Tbk Targetkan Penjualan Rp1,390 Triliun pada 2026

Pemilik rumah disarankan segera memeriksa kondisi rangka penyangga saat terjadi kebocoran atap agar perbaikan bisa dilakukan sebelum memicu keruntuhan bangunan.