PT Pertamina (Persero) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember meluncurkan kapal pembersih sampah otomatis bernama Autonomous Trash Skimmer di Pantai Sekeh, Badung, Bali, pada Rabu (10/6/2026).

Peluncuran ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan dan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

>>> Harga BBM Pertamina 10 Juni 2026: Pertamax dan Pertamax Green 95 Naik Signifikan

Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan memimpin langsung acara tersebut, didampingi Dewan Komisaris dan jajaran manajemen Pertamina Group.

Menurut Mochamad Iriawan, sampah di perairan tidak hanya mengancam keindahan pantai dan ekosistem laut, tetapi juga sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

"Wisatawan datang ke Bali karena daya tarik pantai. Jika pantai penuh sampah, daya tarik berubah jadi jijik," ujarnya.

Ia juga menyebut dampak terhadap nelayan yang hasil tangkapannya menurun akibat rusaknya ekosistem laut.

Selain itu, sampah laut juga mengganggu operasional kapal distribusi energi Pertamina, seperti mengganggu baling-baling dan menyumbat sistem pendingin mesin.

Teknologi dan Target Operasi

Autonomous Trash Skimmer mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), sistem navigasi otonom, dan energi hibrida untuk beroperasi secara mandiri atau manual.

Kapal sepanjang 8 meter dengan struktur catamaran ini dilengkapi sensor ultrasonik, kamera, GPS, dan sistem pemantauan langsung untuk mendeteksi sampah secara efisien.

>>> PT Menthobi Karyatama Raya Tbk Targetkan Penjualan Rp1,390 Triliun pada 2026

Sistem penggeraknya menggunakan motor listrik hibrida yang didukung panel surya, sehingga operasinya rendah emisi.

Kapal ini juga memiliki jaring pengumpul, mesin pencacah plastik daur ulang, dan katrol elektrik berkapasitas 500 kilogram.

Proyek percontohan awal berlokasi di kawasan The Patra Bali Resort & Villas di Kabupaten Badung, Bali.