Pada fase awal, Pertamina menargetkan pengurangan volume sampah pesisir di sekitar Patra Bali Resort dan AFT Ngurah Rai mencapai 1 ton per tahun.

Target yang lebih besar diterapkan di TBBM Kotabaru, Kalimantan, yakni 20 ton per tahun.

Mochamad Iriawan menambahkan, pemilihan lokasi di Patra Bali Resort dan AFT Ngurah Rai memiliki nilai strategis karena menopang kawasan pariwisata dan infrastruktur energi vital bagi Bali.

Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina di seluruh Indonesia.

>>> Video Viral Rekam Objek Terbang Misterius di Area 51 Nevada

Selain Bali dan Kotabaru, Pertamina memetakan titik potensial lain seperti Integrated Terminal Cilacap, Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Maos, Fuel Terminal Ternate, Fuel Terminal Wayame, Fuel Terminal Parepare, Fuel Terminal Masohi, dan FT Labuan Bajo.